Rabu, 03 September 2014 RSS Feed ePaper Indonesia Business Daily

PILEG 2014:

KPU Jateng Tidak Lakukan Quick Count

Endot Brilliantono & Insetyonoto   -   09 April 2014, 13:11 WIB

TERKAIT

Bisnis.com, SEMARANG --Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng tidak melakukan penghitungan cepat (quick count) atau tabulasi perolehan suara partai politik dan calon anggota legislatif (caleg) Pemilu Legislatif 2014.

Padahal pada Pemilu Legislatif 2009 silam, KPU Jateng melakukan penghitungan cepat atau menyajikan tabulasi. 

Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo, mengatakan penyampaian tabulasi atau penghitungan cepat hanya dilakukan oleh KPU pusat.

“KPU pusat melarang KPU daerah melakukan tabulasi perolehan suara partai politik dan caleg,” katanya di Kantor KPU Jateng, Jl. Veteran, Kota Semarang, tadi pagi.

Bagi masyarakat yang mengetahui perolehan suara parpol dan caleg, lanjut dia, bisa langsung mengakses ke website KPU pusat yakni www.pemilu2014.kpu.go.id.

“Jadi nantinya setelah hasil pemungutan suara dihitung di masing-masing tempat pemungutan suara , langsung  di kirim ke KPU kabupaten/kota untuk dilakukan scanning dan dimasukan ke website resmi KPU pusat, tidak melalui KPU Jateng,” ungkap Joko.

Mantan Ketua KPU Wonogiri ini, memperkirakan proses penghitungan suara hasil Pemilu Legislatif 2014 secara nasional akan selesai dilakukan secara tuntas sekitar satu bulan ke depan.

10 Pemantau

Anggota KPU Jateng, Hakim Junaidi menambahkan, sebanyak 10 lembaga pemantau akan melakukan pemantauan pelaksanaan Pemilu Legislatif di Jateng.

“Lima lembagai pemantau diakreditasi KPU pusat dan lima pemantau diakreditasi KPU Jateng,” kata dia.

Lima lembaga pemantau yang di akreditasi KPU pusat untuk wilayah pematauan Jateng yakni, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), LP3S, LSM Pijar Keadilan, dan Partnership For Governance Reform (Kemitraan).

Sedang lima lembaga pemantau yang diakreditasi KPU Jateng yakni, LSM Alianesi Pengkajian Hukum dan Kebijakan Publik (APHKP), Unit Kegiatan Mahasiswa Fiat Justicia, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Democracy Watch Organization (Dewa Orga), Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) DPC Semarang, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Unnes. (JIBI/Solopos/dot)


Editor : Endot Brilliantono

 

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.