2017, Indonesia Bidik 330 Ribu Wisman Prancis

Oleh: Ropesta Sitorus 30 Juni 2017 | 17:15 WIB
2017, Indonesia Bidik 330 Ribu Wisman Prancis
Candi Borobudur Magelang/Donald Banjarnahor

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia membidik peningkatan kunjungan turis mancenagara asal Prancis sebanyak 31% dibandingkan realisasi tahun lalu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan, sampai akhir tahun 2017, target kunjungan turis Prancis dipatok sebanyak 330.000 orang.

“Prancis ditargetkan tahun ini untuk mendatangkan 330 000 visitors ke Indonesia. Dengan kerja keras, mudah-mudahan target yang ditetapkan akan tercapai,” katanya lewat keterangannya, Jumat (30/6/2017).

Jumlah turis Prancis ke Indonesia mengalami peningkatan 19,8% pada 2016 bila dibandingkan 2015 yakni dari 209.466 kunjungan menjadi 250.921 kunjungan.

Kata dia pihaknya memang sangat serius untuk menggarap pasar wisatawan asal Prancis. Menurutnya, Indonesia memang destinasi yang cocok untuk outbound Prancis terutama daerah Sanur, Ubud, Labuan Bajo.

"Prancis saat ini top three pasar wisatawan mancanegara Eropa yang ke Indonesia, setelah Inggris. Geografi Prancis cukup luas, dan 60% lebih orang Prancis yang travelling ke Indonesia berasal dari luar Prancis," ujarnya.

Salah satu bentuk upaya yang dilakukan untuk menjaring turis Menara Eiffel antara lain lewat aktivasi pemasaran Wonderful Indonesia. Terakhir, ada 8 bus yang wara-wiri di Kota Paris dengan tema Wonderful Indonesia seperti gambar Danau Toba, Labuan Bajo, Komodo, Candi Borobudur hingga bawah laut Indonesia. Branding tersebut pun diharapkan akan makin mengenalkan turis Prancis tentang Indonesia.

Sementara itu, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kemenpar di Paris, Eka Moncarre, menjelaskan jumlah booking paket tour meningkat 79% untuk periode November 2016 hingga April 2017. Adapun, untuk periode mulai Mei sampai musim panas, sementara ini telah tumbuh sekitar 38%.

"Kita jelas akan mengalahkan Thailand untuk period booking di musim panas saat ini. Penjualan paket tour wisatawan dari pasar Prancis ke Indonesia naik tajam 79% pada periode liburan musim dingin, bulan November 2016-April 2017. Indonesia berada di Top-5, kenaikan paling tajam setelah destinasi Bahama," katanya.

Dia memaparkan, hasil penjualan paket tur selama libur musim panas cukup membawakan hasil yang progresif di tengah penurunan kunjungan turis Prancis ke sejumlah negara lainnya.

"Yang mengalami penurunan adalah kunjungan turis Prancis ke Srilanka turun 7%, ke Canada turun 11%, ke Seychelles Madagaskar Island turun  11%, India turun 13%, serta ke China yang turun 19%," katanya.

Sumber : JIBI

Editor: News Editor

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer