SIRKUIT MIJEN, Arena Adu Kebut Riders Supermoto Nan Elok

Oleh: Imam Yudha Saputra/JIBI 11 April 2018 | 09:39 WIB

Bisnis.com, SEMARANG – Akhir pekan lalu, perhatian pencinta olahraga balap motor tertuju pada Sirkuit Mijen, Kota Semarang. Sirkuit yang berlatarbelakang panorama Gunung Ungaran baru menjadi tuan rumah seri pembuka Trial Game Asphalt Seri Pembuka 2018, Jumat-Sabtu (6-7/4/2018).

Ratusan pembalap dari berbagai daerah di Tanah Air saling unjuk kebolehan di sirkut yang memiliki lintasan sepanjang 1,4 kilometer (Km) itu.

Beberapa pembalap top papan Tanah Air, seperti mantan pembalap GP 125 cc dan 250 cc, sekarang Moto3 dan Moto2, Doni Tata Pradita dan crosser nasional asal Solo, Ivan Harry, turut serta dalam ajang supermoto tersebut.

Mereka pun mengungkapkan pengalaman menjajal sirkuit yang lintasannya baru kali pertama digunakan itu. “Overall sudah cukup bagus. Hanya butuh beberapa perbaikan agar benar-benar sempurna,” ujar Doni Tata seusai balapan.

Dony menyebutkan, Sirkuit Mijen memiliki karakteristik yang berbeda dengan sirkuit lain yang kerap digunakan dalam ajang supermoto. Sirkuit yang dibangun di lahan seluas 5,1 hektare itu memiliki lebar lintasan sekitar 10-14 meter.

Karakteristik itu membuat para pembalap bisa memacu motor dengan maksimal. Terlebih lagi, beberapa chamber cukup lebar, hingga membuat riders tak khawatir terjatuh saat melintas.

“Sirkuitnya cukup safety dan bagus. Cukup berbeda dari sirkuit lainnya dan unik karena semuanya fast corner. Jadi, perlu setting motor yang kencang. Apalagi banyak trek lurusnya,” ujar pembalap yang berhasil meraih podium pertama di kelas FFA 250 cc di Sirkuit Mijen Semarang itu.

Meski terkesan dengan Sirkuit Mijen Semarang, Doni menilai masih ada beberapa perbaikan yang perlu dilakukan, salah satunya drainase. Hal itu dikarenakan saat hujan, air yang tertampung di lintasan tak kunjung surut.

“Mungkin yang perlu diperbaiki adalah drainase, aspalnya juga harus dirapikan [diratakan], serta run off-nya. Kalau lainnya sudah cukup layak,” ujar Doni.

Kekurangan Drainase

Doni memang patut mencibir drainase sirkuit yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp135 miliar itu. Hal itu dikarenakan seusai diguyur hujan deras pada Sabtu sore, beberapa bagian lintasan masih tergenang air.

Kondisi itu pun menggangu aksi para riders. Beberapa riders terkesan berhati-hati karena kondisi lintasan yang licin.

Senada juga diungkapkan Ivan Harry. Putra mantan pemain dan manajer Persis Solo, Isnugroho, itu mengaku kondisi lintasan Sirkuit Mijen buruk seusai diguyur hujan.

“Hujan banyak membawa pasir ke lintasan, jadi licin. Jadi enggak bisa maksimal,” tutur Ivan.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, beberapa waktu lalu mengatakan Sirkuit Mijen memang belum sepenuhnya selesai. Pembangunan sirkut yang menyajikan panorama alam itu baru melalui tahap pertama, yakni lintasan yang rampung awal Desember 2017. Kemudian, dilanjutkan tahap kedua berupa pembangunan tribune pada 2018.

“Dua tahun anggaran akan selesai. Namun, saya perlu tambahan satu tahun untuk penyempurnaan agar semakin indah dan menarik, seperti penghijauan,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi itu.

Sumber : Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya