Banyumas Memiliki Potensi Budi Daya Kedelai 10.000 Hektare

Oleh: Newswire 11 April 2018 | 14:07 WIB
Ilustrasi./Bisnis.com

Bisnis.com, PURWOKERTO—Luas lahan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang berpotensi untuk budi daya tanaman kedelai mencapai 10.000 hektare, kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat Widarso.

"Lahan kedelai di Kabupaten Banyumas dari tahun ke tahun bukan makin naik, tetapi tambah tanamnya turun. Padahal, potensi luas lahan kedelai di Banyumas mencapai 10.000 hektare," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (11/4/2018).

Widarso mengatakan hal itu saat membuka Pelatihan Teknis Tematik Peternakan "Pemanfaatan Limbah Kedelai Sebagai Pakan" bagi penyuluh pertanian yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Jawa Timur, di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, 11-13 April 2018.

Menurut dia, penurunan luas lahan kedelai di Banyumas disebabkan oleh berbagai faktor sehingga pihaknya pada tahun 2018 mencoba untuk meningkatkannya kembali.

Dalam hal ini, kata dia, Kabupaten Banyumas pada tahun 2018 menerima program perluasan tambah tanam untuk tanaman kedelai seluas 4.000 hektare.

"Kalau ini terjadi, 4.000 hektare itu seperti awal-awal atau sekitar 10 tahun lalu di mana kita punya areal untuk tanam kedelai 4.000-5.000 hektare, tapi dari tahun ke tahun menurun sampai sekarang dalam hitungan 1.000-1.500 hektare," katanya.

Padahal, kata dia, kebutuhan kedelai untuk produksi tempe dan tahu di Kabupaten Banyumas jika dihitung mencapai 16.000 ton per tahun.

Ia mengatakan berdasarkan penghitungan untuk memenuhi kebutuhan kedelai tersebut, dibutuhkan lahan sekitar 10.000 hektare dengan produktivitas sebesar 1,6 ton per hektare.

Menurut dia, Banyumas masih ketinggalan dalam budi daya kedelai karena di Kabupaten Grobogan produktivitasnya sudah mencapai lebih dari 3 ton per hektare.

Oleh karena itu, kata dia, BBPP Batu berinisiatif untuk memberikan penghargaan berupa pelatihan pemanfaat limbah kedelai sebagai pakan bagi daerah-daerah yang mau mengembangkan kedelai.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainya