BI Pertemukan TPID dengan Pelaku Usaha Surakarta

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 11 April 2018 | 17:50 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, SURAKARTA - Bank Indonesia menjalin sinergi dengan Pemerintah Kota Surakarta dalam mengendalikan inflasi daerah.

Dalam sambutan dari Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Surakarta Muhammad Taufik Amrozy acara dialog ini merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan pertama 26 Februari 2018 dan sidak pasar yang sudah pernah diadakan.

Acara yang dihadiri oleh 90 orang terdiri dari anggota TPID, distributor beras, telur ayam, rumah potong daging sapi, distributor cabai, bawang merah dan putih, peternak ayam potong serta toko-toko modern (alfamart, indomart, sami luwes, superindo, lottemart).

Dikatakan Taufik, perlunya pertemuan TPID dengan pelaku usaha memiliki tujuan terjaganya ketersediaan pasokan bahan pangan menjelang hari raya serta menjaga kestabilan harga yang ada di pasaran.

“Andil terbesar inflasi yaitu bawang putih, merah dan yg unik di Kota Solo adalah nangka muda,” kata Taufik dalam keterangan pers Rabu (11/4/2018).

Menurutnya beberapa komoditas harga banyak yang turun seperti beras, gula pasir, angkutan udara.

Untuk mencapai kestabilan harga TPID Kota Surakarta mengadakan Program 5K yaitu Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, Koordinasi dan Komunikasi dengan berbagai pihak.

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo dalam paparannya menyampaikan bahwa keberadaan para distributor inilah yg bisa mengendalikan inflasi daerah.

“Para distributor merupakan orang-orang yang bisa mengendalikan harga pasar dan juga menjaga ketersediaan barang,” katanya.

Dengan mengadakan pasar murah menjadi tidak tepat sasaran jika yang membeli bukan “si miskin” dan juga para pedagang menjadi berteriak karena harga yg tidak sama dengan harga pasar.

Dalam dialog ini, para distributor dipersilahkan memberikan masukkan, menyampaikan uneg-uneg demi kemajuan bersama.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya