Temanggung Mengimbau Petani Tanam Tembakau Kemloko, Ini Alasannya

Oleh: Newswire 12 April 2018 | 08:44 WIB
Ilustrasi.

Bisnis.com, TEMANGGUNG—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemloko yang diminati pabrik rokok.

Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Temanggung Untung Prabowo di Temanggung, Kamis (12/4/2018), mengatakan tembakau varietas kemloko cocok ditanam di wilayah Temanggung.

"Varietas ini cocok ditanam di ketinggian lereng Gunung Sindoro, Sumbing dan Prau," katanya.

Ia menyebutkan tembakau varietas kemloko terdiri atas beberapa jenis, yakni kemloko 1, 2, dan 3. Pemkab Temanggung pada akhir tahun 2017 telah meluncurkan varietas kemloko baru, yakni kemloko 4, 5 dan 6.

Ia menuturkan dari berbagai jenis tersebut petani bisa memilih jenis kemloko yang cocok ditanam di lahan milik petani.

Petani bisa memilih, katanya mereka tahu kondisi lahan yang digarapnya dengan benih yang sesuai sehingga menghasilkan tembakau terbaik.

Ia mengatakan setiap varietas mempunyai keunggulan dan kelemahan. Namun, dari berbagai jenis ini kualitas hasil tembakaunya hampir sama.

"Paling cocok memang ditanam di Temanggung, kalau ditanam di daerah lain belum tentu bisa menghasilkan kualitas tembakau yang sama, meskipun benih yang ditanam sama-sama kemloko," katanya.

Menurut dia kemloko 4, 5 dan 6 memiliki kelebihan dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Kelebihan itu, antara lain postur dan performanya lebih besar, daun lebih panjang lebar bulat, batang lebih kuat. Selain itu, tahan terhadap tiga penyakit yang biasa menyerang tanaman tembakau, yaitu penyakit nematoda, bakteri, dan jamur yang sering membuat daun layu.

Dilihat dari sisi produksi, katanya bisa menghasilkan lebih banyak karena daun bisa tumbuh hingga 26 helai sedangkan varietas di bawahnya hanya 20 helai daun.

Ia mengatakan panen tembakau dari varietas kemloko 4, 5, dan 6 ini mampu menghasilkan tembakau kering di atas rata-rata, saat ini hanya 0,7 ton per hektare dan nanti diperkirakan bisa sampai 0,9 atau 1 ton per hektare.

"Namun perawatan harus dilakukan dengan baik sehingga produksinya bisa lebih maksimal," katanya.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya