Pengerjaan Perluasan Bandara Ahmad Yani Capai 72%

Oleh: Yustinus Andri DP 16 April 2018 | 13:16 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo (kiri) meninjau pembangunan terminal baru penumpang Bandara Internasional Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/3). Berdasarkan data dari PT Angkasa Pura (AP) 1, pembangunan terminal baru bandara berkapasitas enam juta penumpang per tahun tersebut mencapai 63 persen dan diprediksi dapat difungsikan sebelum masa mudik Lebaran 2018 atau lebih cepat dari target semula yaitu akhir 2018./Antara

Bisnis.com, SEMARANG – Project Manager PT Angkasa Pura I Toni Alam mengatakan proses pembangunan sekaligus perluasan terminal Bandara Ahmad Yani, Semarang, telah mencapai 72%.

Pengerjaan perluasan bandara yang masuk dalam proyek paket III semakin mendekati tahap penyelesaian.Toni optimistis terminal baru tersebut akan dapat digunakan secara fungsional pada awal Juni 2018.

“Sekarang kita kebut paket III dan paket IV dari lima paket pekerjaan yang ada. Untuk paket III terminal secara fisik telah mencapai 72%. Untuk operasional, kita harapkan bisa 80%,” ujarnya, Senin (16/4/2018).

Seperti diketahui, sebelumnya luasan terminal Ahmad Yani hanya mencapai 6.708 m². Melalui proyek perluasan bandara tersebut, luasan terminal kini akan dikembangkan menjadi 58.652 m². Selain itu, apron pun juga diperluas dari yang semula 29.032 m² menjadi 72.522 m².

Adapun, pengerjaan paket I berupa berupa pengadaan lahan dan penyediaan akses jalan serta paket II berupa taxiway, apron dan 13 tempat parkir untuk pesawat berjenis narrow body telah mencapai 100%. Kini, selain mengejar penyelesaian paket III, AP I juga tengah mengebut pengerjaan paket IV yakni terminal penunjang baru dan paket V yang berupa water management.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan, pihaknya akan terus memantau kemajuan pembangunan Bandara Ahmad Yani. Pasalnya, proyek infrastruktur tersebut masuk dalam proyek nasional. Kemenhub pun menargetkan bandara tersebut akan dapat digunakan pada Lebaran 2018.

Sementara itu, apabila proses pengerjaan proyek tersebut selesai, maka salah satu bandara utama di Provinsi Jawa Tengah tersebut ditargetkan dapat menampun sekitar 6 juta penumpang per tahunnya. Jumlah tersebut naik dari kapasitas yang ada saat ini yang baru mencapai 800.000 penumpang per tahun.

Bandara Ahmad Yani yang baru tersebut diklaim akan mengusung konsep floating airport yang dipadukan dengan konsep ecogreen. Guna mendukung konsep tersebut area bandara akan ditanami 24.000 pohon mangrove untuk mendukung pelestarian lingkungan.

 

 

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainya