PT Cipta Mortar Utama Perluas Ekspansi ke Jateng

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 20 April 2018 | 13:56 WIB
PT Cipta Mortar Utama Perluas Ekspansi ke Jateng
Presiden Direktur PT Cipta Mortar Utama bersama Jose Martos, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Ulfi Imran (Tengah) bersama jajaran manajemen PT Cipta Mortar Utama saat melakukan Groundbreaking pabrik di Semarang

Bisnis.com, SEMARANG - PT Cipta Mortar Utama perluas ekspansi ke Jateng dengan membangun sebuah pabrik dengan luas 2 hektare di Kota Semarang.

Jose Martos, Presiden Direktur PT Cipta Mortar Utama, mengatakan pembangunan ini untuk semakin mendekatkan Mortar dengan konsumen.

Menurutnya pembangunan pabrik mempunyai nilai investasi mencapai Rp150 miliar dan diperkirakan kapasitas produksinya mencapai 170.000 ton per tahun.

"Kami terus meningkatkan kapasitas produksi di Indonesia serta memiliki rencana pembangunan pabrik berikutnya di beberapa lokasi hingga tahun 2021 seiring dengan besarnya permintaan konsumen untuk menggunakan produk mortar instan," kata Jose saat melakukan groundbreaking pabrik di Kawasan Industri Wijayakusuma, Tugu Kota Semarang Jumat (20/4/2018).

Dia menilai Indonesia adalah negara yang menjanjikan untuk investasi serta pasar yang sangat potensial. Sebagai anak perusahaan Saint Gobain, perusahaan asal Perancis yang telah berdiri lebih dari 350 tahun ini, PT. Cipta Mortar Utama siap mendukung pembangunan infrastruktur dan memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat dengan menyediakan mortar bermutu terbaik.

Menurut Jose Martos, saat ini pembangunan di Indonesia berlangsung di banyak tempat dan perusahaan optimis bahwa mortar instan juga turut berkembang sejalan dengan pertumbuhan pembangunan khususnya di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Ulfi Imran Basuki, saat ini, Semarang telah memiliki kekuatan dan potensi untuk menjadi kota yang lebih baik.

Dia menyatakan saat ini nilai investasi di Semarang terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2016 mencapai Rp10,5 triliun, tahun 2017 Rp20,5 triliun. "Dan 2018 hingga bulan Maret, sudah Rp5,8 triliun," paparnya.

Sementara, Anton Ginting, Direktur Nasional MU-Weber mengatakan, berbeda dengan semen konvensional pada umumnya, MU-Weber adalah Mortar Instan yang berbahan dasar pasir, semen, filler (bahan pengisi) dan aditif (bahan tambahan yang tercampur secara homogen dengan komposisi tepat dan diproses menggunakan teknologi modern).

Keunggulan lainnya selain praktis, efisien, serta berteknologi terdepan di bidangnya, menggunakan MU-Weber juga dapat meningkatkan produktivitas kerja, dan menciptakan kualitas bangunan menjadi lebih baik, anggaran terkontrol, dan lingkungan di sekitar pembangunan lebih ramah lingkungan.

“PT.Cipta Mortar Utama siap mendukung pembangunan infrastruktur dan memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat dengan menyediakan mortar instan bermutu terbaik.” katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya