Server Offline, UNBK di Yogyakarta Kacau

Oleh: Sunartono 23 April 2018 | 08:51 WIB
Server Offline, UNBK di Yogyakarta Kacau
Peserta UNBK SMPN 9 Kota Jogja masih menunggu di dalam ruangan ketika belum bisa mendapatkan token dari pusat akibat server offline, Senin (23/4).

Bisnis.com, YOGYAKARTA—Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP di Kota Jogja di hari pertama belum bisa berjalan sesuai jadwal. Sejumlah sekolah belum dapat mengerjakan soal UNBK hingga pukul 08.30 WIB karena server yang terkoneksi dari pusat masih offline.

Pantauan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di SMAN 9 Kota Jogja seluruh siswa yang seharusnya mengerjakan di sesi pertama mulai memasuki ruangan sebelum pukul 07.30 WIB. Akan tetapi, sampai pukul 07.50 WIB empat ruang laboratorium yang dipakai UNBK suasananya masih ramai. Pertanda siswa belum mendapatkan soal untuk memulai mengerjakan.

"Iya ini sampai saat ini [pukul 07.55 WIB] masih offline, belum bisa mengerjakan, belum mendapatkan token dari pusat," terangnya saat ditemui JIBI, di Ruang Panitia UNBK SMP 9 Kota Jogja, Senin (23/4).

Sejumlah panitia UNBK di SMPN 9 pun sibuk memantau ponsel masing-masing untuk memastikan kondisi sekolah lain melalui grup Whatsapp mereka. "Tidak hanya di sini mas, ini di grup SMP lain juga demikian [offline], tumben ini biasanya DIY lancar," ujar Heru Supriyanto Waka Kurikulum SMPN 9 Kota Jogja sembari mengusap layar ponselnya untuk memantau kondisi sekolah lain.

Kedua pejabat di SMPN 9 ini tidak bisa memantau langsung ke dalam ruang UNBK. Karena sesuai aturan hanya proktor dan pengawas yang diperbolehkan untuk masuk ruangan. Sehingga ponsel menjadi satu-satunya harapan untuk berkomunikasi dengan proktor dari ruang yang berbeda.

Sekitar pukul 08.10 WIB, Heru me dapatkan informasi terbaru dari salah satu ruangan. "Ini Lab 2 sudah mendapatkan token, sudah bisa mengerjakan. Tetapi server masih offline. Padahal fungsi server untuk memantau kondisi setiap siswa, apakah sudah mulai mengerjakan atau belum, kalau offline berarti tidak bisa memantau," ujar Heru lagi.

Hingga pukul 08.30 WIB, tiga ruang lainnya dari total empat ruangan yang 5dipakai UNBK di SMPN 9 belum bisa memulai UNBK. Menurut Arief, dari tiga ruangan, satu di antaranya dipakai untuk SMP Perak Kotagede berjumlah 11 siswa yang menumpang mengikuti UNBK di SMPN 9. Adapun jumlah siswa SMPN 9 sendiri tercatat 207 siswa dengan menempati setiap ruang antara 34 hingga 36 siswa.

"Melalui proktor dan pengawas, anak-anak sudah kami tenangkan, meskipun pelaksanaan mundur sedikit," tegasnya.

Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jogja Hasyim mengakui, server offline terjadi nyaris di setengah SMP di Kota Jogja. Kendala itu murni dari pusat yang kemungkinan adanya overload pengguna. "Pantauan kami sudah ada sebagian sekolah yang bisa mengerjakan," tegasnya.

 

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya