Kementerian PU Segera Bangun Rumah Korban Gempa Banjarnegara

Oleh: Newswire 23 April 2018 | 19:05 WIB
Kementerian PU Segera Bangun Rumah Korban Gempa Banjarnegara
Petugas gabungan bersama relawan membersihkan puing bangunan yang berbahaya, akibat gempa tektonik dangkal dengan kekuatan 4,4 SR pada kedalaman 4 Kilometer, di Desa Kertosari, Kalibening, Banjarnegara, Jateng, Kamis (19/4). Jumlah rumah rusak terdampak gempa bertambah menjadi 316 unit yang tersebar di lima desa di Kecamatan Kalibening, dengan total pengungsi mencapai 526 KK./Antara-Idhad Zakaria

Bisnis.com, BANJARNEGARA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera menyiapkan pembangunan rumah bagi korban bencana gempa bumi di Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Saya dan Pak Willem (Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei, red.) sudah berkoordinasi," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada Antara saat mendampingi Presiden Joko Widodo di lokasi pengungsian, SDN Sidakangen 2, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, Senin sore (23/4/2018).

Ia mengatakan berdasarkan data sementara dari BNPB, jumlah rumah yang rusak berat akibat gempa yang terjadi pada tanggal 18 April 2018 tercatat lebih dari 100 unit.

Akan tetapi secara keseluruhan, kata dia, berdasarkan laporan terakhir tercatat sekitar 400 rumah yang rusak dengan berbagai tingkatan kerusakan.

Terkait dengan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang menyebutkan bahwa gempa di Kalibening dipicu oleh aktivitas patahan atau sesar lokal, Menteri Basuki mengatakan pihaknya akan menyiapkan model rumah tahan gempa bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat.

"Kita punya tipe rumah tahan gempa yang risa, rumah 'instan' sederhana, tipe 36," kucapnya.

Akan tetapi tipe atau ukuran rumah yang akan dibangun, kata dia, tergantung dari perintah Presiden Joko Widodo. "Nanti pasti Pak Presiden akan memerintahkan," tegasnya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya infrastruktur yang mengalami kerusakan, dia mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, tidak ada kerusakan infrastruktur jalan akibat gempa tersebut.

Menurut dia, kerusakan sistem air bersih juga tidak ada yang parah namun pihaknya menyediakan sanitasi dan air minum di lokasi pengungsian.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya