Sido Muncul Uji Coba Pabrik Jamu Cair

Oleh: Herdiyan 23 April 2018 | 16:57 WIB
Sido Muncul Uji Coba Pabrik Jamu Cair
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menunjukkan salah satu mesin produksi di pabrik terbaru cairan obat dalam (COD) II di kawasan pabrik Sido Muncul, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (23/4)./Bisnis-Herdiyan

Bisnis.com, SEMARANG—PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) melakukan uji coba perdana pabrik terbaru cairan obat dalam (COD) II di kawasan pabrik Sido Muncul, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan pabrik COD II itu didirikan di atas lahan seluas 17.000 m2 dengan luas bangunan 28.000 m2.

Menurutnya, pabrik ini merupakan pengembangan dari pabrik sebelumnya yang dibangun pada 2007 lalu.

Perluasan pabrik COD dilakukan seiring dengan permintaan pasar yang terus meningkat, sehingga membutuhkan ruang produksi yang lebih besar dengan dukungan teknologi modern.

“Awalnya ini didesain untuk produk Tolak Angin Cair, tetapi akhirnya fokus berubah menjadi semua produk jamu cair. Selain Tolak Angin Cair, ada Tolak Linu dan Madu Kembang,” ujarnya di sela-sela uji coba perdana pabrik terbaru COD II, Senin (23/4/2018).

Pabrik COD lama, kata Irwan, didesain sesuai dengan kapasitas produksi saat itu, yaitu 80 juta sachet per bulan dengan proses produksi bersifat sistem tertutup dan semi otomatis.

Sementara itu, pabrik COD II dapat menghasilkan 200 juta sachet per bulan dengan semua proses produksi otomatis. “Segala sesuatunya sudah diprogram oleh sistem komputer, sehingga akan menghilangkan faktor human error,” ungkapnya.

Menurut Irwan, tujuan pembangunan pabrik baru ini adalah untuk meminimalisasi kesalahan pada proses pembuatan produk jamu Sido Muncul. “Teknologi yang digunakan lebih modern dan bahan yang akan dicampur sudah di-setting dalam program, sehingga zero accident”.

Irwan menambahkan produk pertama yang diuji coba di pabrik ini adalah Tolak Angin Cair. Setelah berhasil, produk akan diuji stabilitas dan validasi.

Pabrik COD II memiliki gudang bahan baku dan bahan jadi, ruang pengemasan primer hingga tersier, gudang bahan kemas, ruang pembuatan cairan obat dalam, ruang persiapan bahan baku, dan ruang alat-alat utilitas.

Dia menjelaskan proses produksi pabrik COD II menggunakan sistem tertutup. Artinya, semua proses input dan output serta proses lainnya dilakukan secara tertutup. Selain itu, setiap bahan yang masuk akan dipanaskan terlebih dahulu, sehingga kesterilan produk akan tetap terjaga.

Untuk menunjang proses otomatis dan tertutup ini, setiap alat-alat produksi dilengkapi dengan alat-alat ukur yang modern dan memiliki ketelitian yang dinilai dapat diandalkan, seperti load cell (alat ukur timbangan), sensor temperatur, tekanan, volume, laju alir, dan sebagainya.

“Selain itu, menggunakan produksi bertingkat, yakni aliran proses berurutan dari atas ke bawah dengan gravitasi sehingga proses produksi menjadi efisien,” ujarnya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer