Jam Kayu Simon Tembus Pasar Asia, Belajarnya dari Youtube

Oleh: Imam Yudha Saputra/JIBI 25 April 2018 | 09:10 WIB
Jam Kayu Simon Tembus Pasar Asia, Belajarnya dari Youtube
Purnomo alias Simon tengah membuat jam tangan dari kayu di bengkelnya di Jl. Gemah Selatan, Pedurungan, Kota Semarang, Rabu (18/4/2018).

Bisnis.com, SEMARANG - Inspirasi bisa datang dari mana saja, tak terkecuali media sosial Youtube.

Melalui kanal media video tersebut, Purnomo atau yang akrab disapa rekan-rekannya dengan nama Simon, belajar membuat kerajinan jam tangan dari kayu. Hasil karya Simon itu pun mulai diakui pasar. Bahkan, beberapa karyanya sempat diekspor ke pasar Asia di Jepang.

Dijumpai Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di bengkel seninya di Jl. Gemah Selatan, Kecamatan Pendurungan, Kota Semarang, Rabu (18/4/2018), Simon tengah sibuk mengamplas potongan-potongan kayu untuk dibuat jam tangan.

Dibantu dua rekannya, ia tengah sibuk membuat kerajinan jam tangan dari kayu untuk dipamerkan di Galery UMKM di kawasan Kota Lama, Semarang.

“Silakan duduk mas. Maaf tempatnya berantakan,” ujar Simon mempersilakan duduk di bengkel seninya.

Simon mulai bercerita tentang awal mula membuat kerajinan jam tangan dari kayu. Awalnya, ia hanya melihat tayangan video di Youtube tentang pembuatan jam tangan dari kayu.

Ia pun lantas mulai coba-coba. Hanya berbekal kemampuan sebagai pandai besi dan tukang las, ia pun lantas memberanikan diri untuk beralih status sebagai perajin jam tangan dari kayu.

“Saya pikir peralatan di tukang besi bisa diaplikasikan dalam kerajinan kayu. Akhirnya, saya coba dan ternyata bisa. Sejak saat itu saya mulai tekun membuat kerajinan jam tangan dari kayu ini,” tutur Simon.

Simon mengaku sudah dua tahun menekuni pembuatan jam tangan dari kayu itu. Dalam sebulan, ia mampu mengerjakan sekitar 15 jam tangan kayu. Bahan baku jam tangan itu diperoleh dari kayu mepel, sonokeling, maupun eboni.

Material kayu itu lantas dipotong kecil-kecil lalu dibuat pola jam tangan sesuai pesanan pembeli. Untuk satu jam tangan, ia mampu menyelesaikan sekitar dua hingga tiga hari.

“Untuk satu jam tangan harganya variatif mulai dari Rp400.000-Rp650.000, tergantung kerumitannya. Semakin sulit harganya makin tinggi. Selain jam tangan, kami juga buat kacamata dari kayu,” ujar Simon.

Simon mengaku banyak pesanannya yang kini dijual di wilayah Semarang dan sekitarnya. Namun, beberapa di antaranya juga pernah diekspor ke Jepang.

“Kebetulan saya punya reseller yang menjualnya ke Jepang. Kalau yang paling banyak [pesan] dari Semarang. Kebetulan saya juga sering ikut pameran di di Galeri UMKM Kota Lama,” terang Simon.

Ditemui di tempat terpisah, Kasi Pemasaran Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Sucahyo, mengatakan kerajinan jam tangan kayu buatan Purnomo alias Simon menjadi salah satu yang unik di Semarang. Alhasil, pihaknya pun kerap mengikutsertakan produk buatan Purnomo dalam pameran UMKM skala provinsi maupun nasional.

"Makanya, kami mendorong UKM-UKM lainnya untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing ke mancanegara,” tutur Sucahyo.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya