Cafe Racer Gribran, Begini Semua Itu Bermula

Oleh: Nadia Lutfiana Mawarni 25 April 2018 | 10:40 WIB
Cafe Racer Gribran, Begini Semua Itu Bermula
Motor bergaya cafe racer Gibran Rakabuming./Youtube

Bisnis.com, SOLO—Awalnya Oktober 2017 lalu, putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, mengomentari foto sebuah motor bergaya cafe racer milik akun Instagram @richrichieridegarage, sebuah bengkel modifikasi motor di kawasan Mojosongo, Jebres, Solo.

Motor itu dibuat tahun 2015 lalu di bengkel tersebut dan sempat diulas oleh media asal Perancis juga Jepang.

"Agak lupa foto yang mana, yang jelas bergaya begini, " ucap pemilik bengkel modifikasi Rich Richie, Eko Sutanto, Selasa (24/4) sore. Eko lalu menunjukkan sebuah gambar motor bergaya cafe racer berwarna perak yang diunggahnya pada akhir Maret 2016 silam.

Eko masih terheran-heran kenapa Gibran bisa menemukan akun Instagram bengkel miliknya itu. "Singkat cerita, setelah komen mas Gibran di ig, kontak dilanjutkan melalui WhatsApp," ujar Eko.

Bengkel modifikasi Rich Richie dirintis Eko sejak 2010. Bengkel ini memang khusus menerima motor sesuai permintaan pelanggan. Awalnya, bengkel Eko terletak di kawasan Jl. Dr. Supomo. Tiga tahun kemudian dia memindahkan bengkel itu di kawasan Mojosongo. Bersama dengan bengkel motor, Eko juga merintis usaha apparel.

"Kita bikin kaus atau helm, semuanya bisa sesuai permintaan," ujarnya.

Eko mengaku memang menyukai dunia modifikasi motor sejak duduk di bangku SMA. Dari hobinya itu, bidang usaha pun digelutinya dengan serius.

Kini, dia telah memiliki sebuah bengkel dengan ukuran 10 meter x 7 meter. Di pojok bengkel, peralatan modifikasi seperti jok, tangki, dan beragam perkakas tergantung rapi. Tidak lupa brand bertuliskan Rich Richie di gantungan di sudut ruangan. Menempel dengan bengkel, Eko juga membuka sebuah toko apparel yang menjual aneka pernah-pernik motor, mulai kaus, slayer, dan helm.

Gibran mengaku tertarik dengan motor gubahan Eko tersebut. Bak gayung bersambut, Eko kemudian menawarkan beberapa model motor kepada Gibran yang saat itu juga berniat memodifikasi motor.

"Ada beberapa model yang sempat kami tawarkan, tapi enggak ada yang cocok. Akhirnya model yang dipakai manut keinginannya Mas Gibran dan jadilah cafe racer yang sekarang," ungkap Eko.

Model Cafe Racer menjadi salah satu gaya klasik favorit di kalangan pecinta sepeda motor modifikasi. Ciri khasnya dengan single seat, dan setang rendah, serta tangki di bagian depan.

Motor ini, menurut Eko, menjadi populer sejak tahun '60-an dan digunakan sebagai model motor balap hingga saat ini.

Tinggi motor modifikasi itu pun sudah diukur sesuai dengan panjang kaki Gibran. "Jadi mungkin kalau dipakai orang lain enggak bakal enak," ucapnya.

Motor Gibran berwarna putih-biru dengan angka 69 yang ditulis dalam lingkaran pada bagian fairing. Motor itu menggunakan kerangka jenis Honda CB 125 cc. Untuk bahan modifikasi Eko menggunakan barang-barang handmade dan aftermarket. Semuanya merupakan produk lokal. "Hanya kerangka dan mesin yang utuh," katanya.

Setelah melewati proses negosiasi cukup panjang, pengerjaan modifikasi motor kemudian dilakukan dengan memakan waktu sekitar tiga bulan. Namun Eko enggan menyebutkan total biaya yang dikeluarkan Gibran untuk menggarap motornya itu. Menurut Eko, Gibran akan menggunakan motor itu sebagai alat transportasi.
"Biasanya untuk sekali modifikasi basic biayanya mulai Rp15 juta," katanya.

Gibran sepertinya tak mau kalah dengan sang ayah yang jadi orang nomor satu di Indonesia ini. Sebelumnya, Jokowi diketahui membeli satu unit motor Royal Enfield Bullet 350 cc, chopper style yang digarap oleh Elders Garage.

Kini selepas menggarap motor Gibran, Eko mengaku mulai banyak pertanyaan dan tawaran datang kepadanya. "Tapi kalau terima pesanan ya sesuai kemampuan juga," tutupnya.

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer