LITERASI KEUANGAN Sokong Akselerasi Perbankan di Jateng

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 25 April 2018 | 14:51 WIB
LITERASI KEUANGAN Sokong Akselerasi Perbankan di Jateng
Peluncuran B-Tunai Bank Bukopin di Semarang, Kamis (25/4/2018)./Bisnis

Bisnis.com, SEMARANG - Angka pertumbuhan industri perbankan di Jawa Tengah saat ini melampaui nasional.

Direktur pengawasan LJK3 dan Perizinan OJK Jateng DIY, Rusli Albas, mengatakan semakin tingginya literasi dan inklusi masyarakat menyebabkan pertumbuhan industri perbankan tinggi.

Pertumbuhan aset perbankan di Jateng mencapai 10,79% Per Februari 2018, kredit 9,7%, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) 10,3%. Sementara angka nasional pertumbuhan aset hanya 9,25%, kredit 8,24%, dan DPK 9,35%.

"Begitu juga untuk NPL [non-perfoming loan] dari 3,06% menjadi 2,48%. Padahal untuk nasional 2,59% ," katanya dalam lauching B-Tunai Bank Bukopin di Semarang, Rabu (25/42018).

Rusli mengungkapkan, salah satu bergairahnya induatri perbankan di Jawa Tengah karena pertumbuhan program Laku Pandai. Hingga saat ini, tercatat ada 126.646 agen dengan jumlah nasabah mencapai 2.950.163. Jumlah tersebut menjadikan Jawa Tengah berada di posisi ketiga nasional, di bawah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Sementara Direktur Bank Bukopin Rivan Purwantono menargetkan tahun ini ada 1800 agen Laku Pandai. "Sampai saat ini baru ada 1380 agen, dan 124 di antaranya ada di Jawa Tengah," tuturnya.

Pembukaan B-Tunai di kawasan Sompok Semarang, menurutnya adalah yang pertama di daerah pinggiran. "Kita berupaya mengedukasi masyarakat, terutama mereka yang enggan ke bank. Kita akan fokus di pinggiran, yang di tengah mungkin hanya 5%," ungkapnya.

Rivan mengatakan Laku Pandai di Bank Bukopin yang diberi nama B-Tunai akan bermigrasi ke digitalisasi pada bulan Juli 2018.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya