Polda DIY Bekuk Perampok Minimarket, Ancam Karyawan Pakai Pedang

Oleh: Irwan A. Syambudi 26 April 2018 | 14:24 WIB
Polda DIY Bekuk Perampok Minimarket, Ancam Karyawan Pakai Pedang
Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo (kedua dari kanan) memberikan paparan saat jumpa pers di Polda DIY, Kamis (26/4/2018)./JIBI-Irwan A. Syambudi

Bisnis.com, SLEMAN—Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY membekuk tiga perampok yang beraksi di mini market daerah Kecamatan Kalasan beberapa waktu lalu. Keberadaan pelaku terlacak setelah wajah ketiganya terekam CCTV minimarket.

Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan berbekal video aksi perampokan yang sempat viral, pihaknya dapat membekuk ketiga pelaku yang terekam di video tersebut.

Ketiga pelaku tersebut adalah Angga, 25, asal Sumatera, sedangkan Arya, 26, dan Andreas, 27, keduanya berasal dari DIY. Setelah melakukan aksi perampokan ketiganya masih terlacak berada di wilayah DIY.

"Video yang diunggah di Youtube kami amati dan ternyata mereka [pelaku] masih di Jogja, maka tidak membutuhkan waktu yang lama, 23 April berhasil ditangkap," kata dia saat jumpa pers di Polda DIY, Kamis (26/4/2018).

Ketiga pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda. Angga ditangkap saat sedang ngamen di sekitar Jalan Kaliurang, sedangkan Arya dan Andreas ditangkap saat berada di Indekos. Dari hasil penangkapan tersebut di dapatkan sejumlah barang bukti, di antaranya adalah dua ponsel milik karyawan mini market, puluhan bungkus rokok hasil curian, serta sebilah pedang yang digunakan saat melakukan aksi perampokan.

Dalam rekaman berdurasi sekitar satu menit yang sempat viral itu, pedang tersebut dipegang oleh Angga untuk menakut-nakuti kedua karyawan mini market. Dalam rekaman ketiga pelaku saat menjalankan aksinya terlihat sangat santai dan berani karena terpengaruh minuman keras.

"Ada beberapa hal yang menarik di antaranya keberanian mereka. Di Youtube mereka tampak nyantai. Minuman keras membuat mereka berani. Miras itu biang kejahatan. Beberapa hari ini kami operasi miras, harapannya paling tidak menekan sekecil mungkin korban miras," ujarnya.

Sementara itu, Andreas salah seorang tersangka mengaku terpikirkan merampok minimarket karena dirinya perokok dan memang mengincar rokok sedari awal. "Itu dadakan nggak ada unsur rencana. Saya mabuk," ujarnya.

Di sisi lain, Arya tersangka lain bertugas mengunci petugas minimarket di kamar mandi. Sedangkan Angga tersangka lain bertindak sebagai otak perampokan dengan memancing karyawan minimarket. Angga pun diketahui sebagai pemilik sebilah pedang yang digunakan sebagai alat kejahatan.

"Baru sekali [merampok], waktu itu sepi jam 3 pagi. Ponsel punya karyawan itu Xiaomi dan Samsung yang buat jual pulsa. [Kalau] pedang saya mengambil dahulu di kos. Kalau minuman [miras] beli di Gejayan," kata Angga.

Sebelumnya diberitakan sebuah aksi perampokan terekam CCTV terjadi di sebuah mini market 24 jam di Jalan Jogja-Solo kilometer 10, Desa Sorogenen, Kecamatan Kalasan pada Senin (26/3) dini hari. Dua orang karyawan minimarket disekap di kamar mandi oleh pelaku yang berjumlah tiga orang.

Kapolsek Kalasan, Kompol Teguh Mulyono menerangkan tiga pelaku dengan mengenakan masker hijau membawa pedang melakukan aksi perampokan sekitar pukul 03.00 WIB. Dari hasil olah TKP diketahui ketiga perampok berhasil membawa uang tunai sekitar Rp3 juta, ponsel milik karyawan dan sejumlah barang dagangan seperti rokok. “Dua karyawan toko sempat diancam dan disekap di dalam kamar mandi di bagian belakang toko," kata dia.

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya