AKTIVITAS MERAPI, Ini Pantuan Terkini & Imbaun ke Warga

Oleh: Salsabila Annisa Azmi & Akhmad Ludiyanto 11 Mei 2018 | 09:43 WIB
AKTIVITAS MERAPI, Ini Pantuan Terkini & Imbaun ke Warga
Pengunjung menikmati suasana pagi di objek wisata Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (1/5), berlatar belakang lereng Gunung Merapi./Antara-Hendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, SLEMAN - Pihak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan warga sekitar merapi tidak perlu mengungsi karena merapi dinyatakan masih aman. Meskipun begitu, BPPTKG merekomendasikan warga menyingkir sebentar dari lereng merapi untuk menghindari material abu vulkanik.

Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan rekomendasi tersebut dikhususkan untuk warga yang bermukim di radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Bukan berarti mengungsi, hanya menyingkir sebentar. Selain itu kami rekomendasikan warga di Barat Daya puncak radius 3 kilometer untuk menyingkir juga sebentar sampai reda," kata Agus saat dihubungi JIBI, Jumat (11/5/2018).

Agus menambahkan belum bisa memprediksi kapan abu vulkanik akan reda. Dia mengatakan saat ini asap abu vulkanik sudah mulai reda. Namun dilakukan pemantauan 24 jam sebagai bentuk kewaspadaan.

Selain itu, para pendaki sudah dikondisikan dengan pihak pemangku bencana di lapangan untuk tidak mendaki. "Yang sudah mendaki sudah dikoordinasikan untuk turun, supaya jaga-jaga agar tidak terkena material abu vulkanik. Intinya warga tidak perlu panik, hanya menyingkir sebentar," kata Agus.

Asap membumbung tinggi dari kawah merapi sekitar pukul 07.30 WIB, Jumat (11/5/2018). Mengenai hal tersebut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menghimbau masyarakat untuk tetap tenang.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan fenomena erupsi merapi pada pagi hari ini merupakan fenomena wajar yang terkadang dialami Gunung Merapi. Fenomena tersebut umum disebut erupsi hembusan.

"Erupsi hembusan itu terjadi akibat adanya uap air bawah tanah atau air hujan yang meresap ke tanah di dalam kawah, kemudian berkontak langsung dengan magma. Jadi itu ibarat panci panas kena air terus menguap," kata Hanik kepada JIBI.

Hanik mengatakan tidak ada pergeseran aktivitas apapun dari merapi. Dia mengatakan saat ini status merapi masih dinyatakan normal, warga sekitar dihimbau untuk tetap tenang. Hanik menambahkan, warga juga tidak perlu mengungsi.

Meskipun begitu, Hanik mengatakan BPPTKG tetap menerjunkan tim ke Gunung Merapi untuk melakukan pantauan 24 jam pada hari ini. Hal tersebut menurut Hanik harus tetap dilakukan sebagai upaya kewaspadaan.

Sementara itu, meskipun terjadi letusan freatik gunung Merapi kegiatan ujian di SDN Gebyok, Kecamatan Selo pada Jumat (11/5) tetap dilangsungkan. Namun siswa SD yang berlokasi di lereng gunung tersebut ditunggui orang tua/wali murid. Sementara itu, siswa kelas I-V dipulangkan.

Kepala sekolah SDN Gebyok, Titik Purwani mengatakan, ujian tetap dijalankan sesuai jadwal, yakni dimulai pukul 08.00 WIB. “Hari ini ada ada UN Pelajaran Agama untuk kelas VI dan tetap dijalankan karena situasi aman. Tetapi mereka [para siswa] yang sedang menjalani ujian ini ditunggui prang tua masing-masing untuk mengantisipasi situasi darurat akibat letusan,” ujarnya melalui telepon.

Sejauh ini, lanjutnya, situasi di lereng Merapi aman sehingga ujian berjalan lancar. “Kami berharap sampai ujian selesai jam 10.00 WIB nanti tidak terjadi apa-apa,” imbuhnya.

Dia mengakui, siswa sempat terjadi kepanikan di sekolah saat mengetahui adanya letusan tersebut. Sebagian siswa menangis dan kemudian pihaknya memutuskan untuk memulangkan siswa, kecuali kelas VI yang melaksanakan ujian. 

Sumber : JIBI/Harian Jogja & Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya