Kerajinan Perak Asal Demak Tembus Pasar Eropa

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 17 Mei 2018 | 13:32 WIB
Perajin perak

Bisnis.com, DEMAK - Kerajinan perhiasan perak asal Kabupaten Demak mulai tembus pasar Eropa. Hal itu, mengingat banyaknya masyarakat luar negeri yang menyukai perhiasan perak karya warga Kabupaten Demak Jawa Tengah.

Owner Zem Silver Demak Ershad menuturkan, perhiasan perak buatannya sudah dipasarkan ke beberapa negara Eropa seperti, Suriname, Jerman, Inggris dan Luxemburg. Dia mengaku setiap hari pesanan perhiasan perak makin banyak terutama dari luar negeri.

"Pemakaian perhiasan perak nampaknya sedang menjadi kegemaran masyarakat Eropa, ini yang coba saya maksimalkan untuk membuat perhiasan perak yang lebih cantik dan menarik," kata Ershad Kamis (17/2/2018).

Dikatakan Ershad, pembuatan kerajinan perhiasan perak susah dimulai sejak 5 tahun lalu, dia bisa menghasilkan 20 buah perhiasan setiap harinya dengan 23 karyawan.

Sementara untuk pemasaran dia menggunakan sistem online untuk menawarkan produk buatannya sampai ke luar negeri. Dalam sebulan kerajinan logam milik Ershad bisa mengantongi omset mencapai Rp500 juta.

"Awalnya perhiasan perak hanya dijual dalam lingkup kecil yakni lokalan saja. Tapi lama kelamaan dan berkat bantuan dari Dinas Koperasi dan UMKM kerajinan perhiasan perak makin diminati bahkan sampai luar negeri," tuturnya.

 

 

Kerajinan yang diproduksi yakni perhiasan perak, perabot rumah tangga, logo instansi dan beberapa sovenir asli Kabupaten Demak. Untuk bahan baku dia mengambil dari beberapa toko logam dan pengepul rongsok.

Untuk satu buah kerajinan Ershad mematok harga mulai dari Rp100.000 sampai jutaan rupiah tergantung dengan kerumitan motif dan ukuran produk yang dihasilkan.

"Kami mempunyai banyak varian hasil olahan logam seperti perabot rumah tangga dan sovenir khas Demak, dan untuk harga relatif terjangkau jika dibandingkan dengan kerajinan serupa," katanya.

Selain itu Ershad juga memberdayakan 10 penyandang disabilitas untuk membantu membuat perhiasan perak. Sementara untuk upah para penyandang disabilitas dihargai sama dengan pekerja normal tergantung jumlah kerajinan yang dihasilkan.

"Untuk upah saya memberi sama dengan orang normal ada yang Rp50.000 sampai dengan Rp150.000 tergantung banyaknya kerajinan yang dihasilkan," ujarnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya