Konsumsi Listrik Surakarta Diperkirakan Naik 5% Saat Ramadan

Oleh: Hijriyah Al Wakhidah/JIBI 17 Mei 2018 | 17:13 WIB

Bisnis.com, SOLO—PT PLN (Persero) memprediksikan konsumsi listrik selama bulan Ramadan bakal naik hingga 5 persen seiring dengan tingginya aktivitas masyarakat pada malam hari.

Seperti diketahui, per triwulan I tahun ini jumlah pelanggan listrik di Area Surakarta mencapai 1,324 juta pelanggan. Sebanyak 1,225 juta pelanggan di antaranya adalah pelanggan rumah tangga dengan konsumsi energi yang tidak besar hanya sekitar 20%, sedangkan konsumsi energi terbesar ada di sektor industri dan bisnis. Data beban puncak siang tercatat 3441 MW dan beban puncak malam tercatat 3949 MW.

Peningkatan tidak hanya dari sektor rumah tangga namun juga berpotensi dari sektor industri yang berusaha menggenjot produksinya sebelum libur panjang Lebaran.
Manager Area PLN Surakarta, Mundhakir, menjelaskan sektor rumah tangga akan lebih banyak memanfaatkan listrik pada malam hari seiring banyak aktivitas pada malam hari di antaranya ibadah tarawih, tadarusan, hingga makan saur.

PLN Area Surakarta pun memastikan pasokan listrik aman. Bahkan pasokan yang tersedia saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin melakukan tambah daya.

“Kami pastikan pasokan listrik bagi masyarakat selama Ramadan aman karena sudah sejak jauh hari PLN sudah meningkatkan kualitas jaringan,” kata Mundhakir kepada JIBI, Selasa (15/5).

Salah satu bentuk persiapan PLN menjaga kualitas pelayanan selama Ramadan adalah dengan menggelar apel pasukan dan peralatan yang melibatkan personel rayon yaitu Rayon Manahan, Grogol, Surakarta, dan Sukoharjo.

“Yang kami tekankan adalah petugas harus cepat merespons setiap laporan gangguan, jangan sampai pelanggan mengalami lampu padam terlalu lama.”

 

Sumber : Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya