KIW Semarang Tingkatkan Pasokan Air Baku

Oleh: Yustinus Andri DP 23 Mei 2018 | 20:15 WIB

Bisnis.com, SEMARANG—PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) meningkatkan pasokan air bakunya dengan membangun Water Treatment Plant (WTP).

Presiden Direktur KIW  Rachmadi Nugroho mengatakan, penggunaan WTP tersebut juga akan mengubah pola konsumsi air di kawasan industri tersebut dari air tanah dalam menjadi air permukaan.

Adapun, pasokan air permukaan tersebut didapatkan dari aliran Banjir Kanal Barat (BKB),  Kota Semarang.

“Pasokan air kami alirkan dari BKB dengan pipa 10 kilometer. Selain itu dengan pasokan dari BKB ini, kami dapat mengalirkan air baku ke industri di KIW 24 jam non stop dari awalnya hanya 17 jam saja per hari,” ujarnya, Rabu (23/5).

Pembangunan WTP tersebut telah dimulai oleh KIW sejak 2015 dengan menggandeng perusahaan pengolahan air bersih PT Dain Celicani Citra Cemerlang.

WTP yang diberi nama Tirta Wijaya tersebut dibangun di atas lahan seluas 1,4 Ha dengan nilai investasi sebesar Rp32,9 miliar.

Tercatat, sejak 2 Mei 2018 WTP tersebut sudah mulai memproduksi air baku bersih dengan debit 50 LPS (Liter Per Second) atau sebesar 4.320 m3 perhari. Rachmadi mengatakn kapasitas tersebut akan terus ditingkatkan hingga mencapai 150 LPS.

Dia menambahkan kapasitas air yang dihasilkan tersebut akan mampu untuk mencukupi kebutuhan air bagi industri-industri di KIW bahkan untuk industri di sekitar KIW.

Berdasarkan hasil dari analisa laboratorium Sucofindo di dapat bahwa air bersih hasil olahan WTP KIW tersebut sudah memenuhi seluruh parameter standar air bersih berdasarkan Permenkes nomor: 416 tahun 1990.

Sementara itu, Direktur Operasional KIW Ahmad Fauzie Nur mengatakan pihaknya juga akan dijual untuk melayani kebutuhan air bersih kepada pihak yang berada di luar KIW. Proses distribusi air baku dari WTP tersebut akan ditangani oleh anak perusahaan KIW yakni PT Putera Wijayakusuma Sakti (PWS).

“Kami harapkan dengan adanya fasilitas ini akan mampu meningkatkan daya tarik KIW di mata investor. Di sisi lain, bisnis penyaluran air baku ke luar KIW melalui PWS ini akan menambah portofolio bisnis kami,” katanya.

Fauzie menambahkan, pembangunan WTP Tirta Wijaya tersebut juga merupakan jawaban KIW untuk ikut menanggulangi penurunan tanah di Kota Semarang, yang salah satunya dikibatkan oleh penyedotan air tanah dalam yang berlebihan.

Seperti diketahui, berdasarkan penelitain dari Bundesanstalt fur Geowissenschaften und Rohstoffe (BGR) Jerman, penurunan tanah di Kota Semarang pada 2016 di  beberapa titik sudah mencapai rata-rata 16 cm/tahun seperti di daerah Genuk dan Kaligawe.

Sementara itu untuk daerah Bandarharjo, Tanah Mas dan Pelabuhan mencapai 6-12 cm/tahun, dan daerah sebelah Barat Banjir Kanal Barat sebesar 4-6 cm/tahun.

Selain itu, proyek tersebut juga merupakan komitmen KIW untuk menaati Peraturan Pemerintah No 142 Tahun 2015 tentang Kawasan Industri, pada pasal 39 ayat 1 huruf c, yang mewajibkan perusahaan industri di dalam Kawasan Industri memelihara daya dukung lingkungan sekitar kawasan termasuk tidak melakukan pengambilan air tanah.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya