Rob di Kaligawe Semarang Sempat Ganggu Perjalanan Kereta

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 24 Mei 2018 | 02:42 WIB
Rob di Kaligawe Semarang Sempat Ganggu Perjalanan Kereta
Banjir rob di Kaligawe Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (23/5/2018)./Bisnis.com-Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, SEMARANG – Air rob yang mengenangi jalan raya Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah, Rabu sore (23/5/2018) mengakibatkan perjalanan kereta terganggu. Pasalnya kereta api yang berjalan melewati kawasan Kaligawe hanya bisa menempuh kecepatan hanya 5 kilometer per jam.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop IV Suprapto mengatakan rob (air laut masuk ke daratan) dengan ketinggian paling parah terjadi pada jalur Stasiun Tawang ke Alastua. Di daerah tersebut air cukup tinggi dan menggenangi jalan serta rel akibat hujan deras.

"Oleh karena itu, perjalanan KA Ambarawa Ekspress terganggu, dengan relasi Surabaya Pasar Turi ke Semarang Poncol," ujarnya.

Menurut Suprapto, meski laju kereta api terganggu, tidak sampai terjadi keterlambatan sehingga para penumpang tidak perlu risau karena keadaan dipastikan aman.

Dia menjelaskan gangguan pada rel kereta yang diakibatkan rob hanya terjadi pada jalur timur. Sementara untuk perjalanan dari barat terhitung lancar.

"Keadaan sudah mulai berangsur lancar seiring dengan surutnya banjir yang berada di Kaligawe mulai menyusut serta perjalanan kereta berangsur normal," ujar Suprapto.

Sebelumnya, Kepala Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Klas I, BMKG Kota Semarang, Iis Harmoko mengungkapkan dari hasil pengamatan citra satelit BMKG, ada kenaikan air pasang setiap bulannya mencapai 100 cm hingga 125 cm.

"Jika dipantau dari mean sea level pengukuran, berarti terdapat kenaikan air laut setinggi 40 cm hingga 65 cm," tuturnya.

Dia menjelaskan kenaikan air rob memicu dampak adanya genangan pada daerah yang biasa terdampak pasang di daerah pesisir. Nantinya banjir muncul di area jalur Pantura dari Tegal sampai Demak.

"Peningkatan air rob dipengaruhi oleh arus laut dalam yang menuju pesisir pantai utara Jawa. Ini secara otomatis meningkatkan debit air laut dan melimpas ke daratan," ucapnya.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya