Merapi Erupsi, Sebagian Warga Bertahan di Pengungsian

Oleh: Newswire 24 Mei 2018 | 07:47 WIB
Merapi Erupsi, Sebagian Warga Bertahan di Pengungsian
Puncak Gunung Merapi terlihat dari Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (22/5). Pasca letutsan freatik Gunung Merapi yang telah terjadi empat kali sejak Senin (21/5) hingga Selasa (22/5) dini hari, status Gunung Merapi naik dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Menyusul erupsi Gunung Merapi pada Kamis (24/5/2018) pukul 02.56 WIB, sejumlah warga masih bertahan di barak pengungsian.

"Masih ada sejumlah warga kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan balita yang tetap bertahan di barak pengungsian sejak beberapa hari terakhir hingga hari ini," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan, seperti dilansir Antara.

Warga kelompok rentan tersebut diungsikan di barak-barak pengungsian seperti di balai desa dan rumah kepala dusun yang masuk dalam jarak aman.

"Ada yang di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan dan beberapa titik lainnya. Saat ini, kebutuhan logistik para pengungsi ini masih tercukupi," lanjutnya.

Letusan Gunung Merapi yang berada di perbatasan Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta dengan Jawa Tengah pada dini hari tadi tercatat terjadi dengan amplitudo maksimal 60 mm, tinggi kolom 6.000 meter yang condong ke arah barat, dan dengan durasi sekitar 4 menit.

Saat ini, Merapi masih tampak tertutup kabut. Makwan mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasa serta meningkatkan kewaspadaan.

"Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) apabila beraktivitas di luar rumah, berupa masker, kacamata, jaket, penutup kepala dan alas kaki, dan ikuti arahan petugas yang ada di lapangan bila terjadi situasi darurat, berhati-hati dalam berkendara, dan utamakan tertib lalu lintas," tambahnya.

BPBD Sleman juga meminta masyarakat mencermati berita dan informasi yang beredar berdasarkan informasi, sumber, waktu, serta keterangan yang disampaikan.

Sumber : Antara

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya