Dua Putra Utama Makmur Targetkan Kenaikan Utilisasi Alat Produksi

Oleh: Yustinus Andri DP 25 Mei 2018 | 16:17 WIB
Dua Putra Utama Makmur Targetkan Kenaikan Utilisasi Alat Produksi
PT Dua Putra Utama Makmur/duaputra.com

Bisnis.com, SEMARANG — Emiten perikanan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. menargetkan kenaikan utilisasi alat produksi hingga 65% pada tahun ini.

Direktur Dua Putra Utama Makmur Risma Ardhi Chandra mengatakan, tingkat utilisasi tersebut naik dari capaian rata-rata pada tahun lalu dengan 60%. Kenaikan tersebut salah satunya disumbangkan oleh pembelian alat baru yang dilakukan semester I/2017.

“Utilisasi masih belum dapat didorong ke titik maksimal. Sebab dengan adanya alat-alat baru ini, kami masih perlu melakukan pelatihan SDM. Namun, tingkat utilitas tersebut masih sangat cukup untuk menjangkau target-target kami tahun ini,” ujarnya, Jumat (25/5/2018).

Adapun, menurut DPUM tercatat memiliki lima area produksi yang meliputi pemrosesan produk dari ikan, udang, dan cumi, pabrik produk bernilai tambah (value added) serta kawasan cooking di Pati, Jawa Tengah. Adapun, kapasitas fasilitas produksi perusahaan tersebut mencapai 25.000 ton.

Di sisi lain, perusahaan tersebut juga berencana menggenjot proses peralihan bisnisnya dari produsen processing raw material dan trading perikanan secara bertahap menjadi produk consumer good perikanan untuk kategori produk bernilai tambah (value added) dan produk premium berorientasi ekspor. Pada tahun lalu, produk bernilai tambah memiliki porsi 8% dari seluruh ekspor perusahaan.

“Tahun sebelumnya kita masih berkonsentrasi di produksi raw material. Kini dengan menjadikan divisi riset and development sebagai ujung tombak baru, kami akan mampu menangkap potensi-potensi yang ada dari produk value added dan premium product,” lanjutnya

Selain itu, DPUM juga berencana memacu kontribusi aktivitas ekspor menjadi 50% terhadap pendapatan perusahaan pada tahun ini. Selain masih mengandalkan pasar utama perseroan, yakni Jepang, DPUM juga tengah berusaha mendongkrak ekspor ke negara-negara lain seperti salah satunya Amerika Serikat.

Seperti diketahui, pangsa pasar pengiriman DPUM ke Negeri Sakura mencapai 77% dari total ekspor perusahaan pada 2017. Di posisi kedua dan ketiga terdapat China dan Vietnam dengan masing-masing 7% dan 6%. Sementara itu AS sebesar 2%.

“AS ini kan luas wilayahnya besar. Kami rasa ada banyak opportunity yang bisa didapatkan jika melakukan penetrasi yang lebih besar di sana. Kami akan berusaha menyesuaikan dengan permintaan pembeli dari negara itu,” ujar Chandra.

Adapun sebelumnya, dalam laporan keuangan 2017 emiten perikanan tersebut berhasil membukukan laba bersih senilai Rp105,54 miliar pada 2017, atau tumbuh 16,05% dari periode yang sama tahun sebelumnya, dari posisi Rp90,94 miliar.

Sementara itu penjualan yang dibukukan perseroan mencapai Rp1,28 triliun, tumbuh 32,6% dari posisi Rp966,88 miliar pada 2016. Selain itu, laba usaha DPUM per 2017 senilai Rp189,01 miliar, naik 33,11% dari posisi Rp141,99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di samping itu, beban keuangan yang dicatatkan oleh perseroan mencapai Rp52,92 miliar, naik 51,11% year-on-year dari posisi Rp35,02 miliar.
Hingga 2017, nilai aset yang dimiliki oleh DPUM mencapai Rp2,07 triliun, naik 23,21% dari posisi Rp1,68 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Aset itu terdiri dari liabilitas senilai Rp683,3 miliar dan ekuitas Rp1,39 triliun.

Di sisi lain, nilai utang bank jangka pendek mencapai Rp462,35 miliar dan utang bank jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun senilai Rp42,89 miliar. Sepanjang 2017, utang bank jangka pendek mencatatkan peningkatan hingga Rp361,9 miliar.

Utang bank jangka panjang yang dimiliki oleh DPUM senilai Rp112,83 miliar. Sementara itu, aset kas dan setara kas DPUM per 2017 mencapai Rp117,63 miliar, naik 104% dari posisi Rp57,44 miliar pada 2016.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya