Lelang Proyek Tol Semarang-Demak Setelah Lebaran

Oleh: Yustinus Andri DP 04 Juni 2018 | 15:59 WIB
Lelang Proyek Tol Semarang-Demak Setelah Lebaran
Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan di Jalur Pantura Demak-Semarang di Sayung, Demak, Jawa Tengah/Antara

Bisnis.com, SEMARANG—Proses lelang proyek tol Semarang-Demak dijadwalkan akan dilakukan setelah libur Lebaran usai. Ada pun, tahap groundbreaking akan dilaksanakan pada Oktober 2018.

Arie Setiadi Marwanto,  Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, saat ini pihaknya sedang melakukan proses kajian mengenai teknologi yang akan didopsi oleh tol tersebut.

Teknologi tersebut akan digunakan baik saat proses pembangunan maupun proses pemeliharaan ketika sudah jadi.

“Kita sedang mematangkan teknologinya. Karena kajian kami, permukaan tanah di beberapa area di Semarang ini turun 7,5 cm, maka kita coba sesuaikan teknologi dengan Amdalnya supaya tidak menjadi beban pengelola dan pengguna tol dikemudian hari,” ujarnya, Senin (4/6/2018).

Menurut Arie,  hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan Kementrian PUPR merevisi rencana proses ground breaking. Adapun, awalnya proses tersebut jadwalkan akan dilakukan pada September 2018. Sementara itu, tahap penyelesaian Amdal pun sejatinya dijadwalkan selesai pada April 2018.  

Di sisi lain, dia juga menjelaskan bahwa perubahan juga akan terjadi pada peserta lelang. Sebelumnya, PT Pembangunan Perumahan (persero) Tbk.-PT Wijaya Karya (persero) Tbk. serta PT Jasa Marga (persero) Tbk.-PT Waskita Toll Road telah ditetapkan lulus prakualifikasi pelelangan pengusahaan jalan tol.

Namun akibat adanya pengulangan tahap prakualifikasi pada awal tahun ini, proses lelang pun juga diulang, berikut dengan peserta lelangnya.

Arie melanjutkan, dengan adanya sejumlah penyesuaian dan perubahan tersebut,  nilai investasi tol Semarang-Demak juga akan mengalami perubahan. Sebelumnya, nilai investasi ruas tersebut diperkirakan mencapai Rp20 triliun—Rp21 triliun.

Di lain sisi, kebutuhan lahan untuk Tol Semarang-Demak rupanya mengalami pembengkakan dari estimasi awal sebesar 189 hektar menjadi 535 hektar.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono mengatakan tambahan lahan 346 hektare di sepanjang Kota Semarang dan Kabupaten Demak tersebut merupakan akibat dari penambahan panjang tol dari 24 KM menjadi 27 KM.

“Karena ada penambahan panjang tol dan sejumlah masukan maka ada pembengkakan luasan lahan yang dibutuhkan,” kata Sri.

Sri menyebutkan, apabila sesuai rencana, proses pengadaan lahan akan dilakukan hingga Desember 2018 setelah diawali pada Maret 2018. 

Tujuan pembangunan jalan tol Semarang—Demak ini selain digunakan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, juga ditujukan untuk mengatasi kondisi area pesisir antara Kota Semarang dan Kabupaten Demak yang kerap terendam banjir dan rob.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya