Potret Kinerja Dafam Property Indonesia, Akuisisi Berlanjut Semester II

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 07 Juni 2018 | 09:51 WIB
Hotel Dafam Pekanbaru/Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG- Penjualan properti PT Dafam Property Indonesia Tbk, pada semester I tahun 2018 menunjukan tren positif dan sesuai yang ditargetkan yakni mencapai Rp70 miliar.

"Penjualan properti cukup baik, target semester ini terpenuhi. Dan belum ada dampak karena tahun politik. Secara grup target di Tbk Rp70 miliar," kata President Director PT Dafam Property Indonesia Tbk, Billy Dahlan, Selasa (5/6/2018) malam.

Dikatakan Billy, tren penjualan yang terjadi pada tahun ini tidak berbeda jauh degan tahun sebelumnya, namun penjualan properti di semester I 2018 jauh lebih tinggi dari pada semester I tahun 2017.

Menurutnya, peningkatan penjulan tersebut terjadi setelah adanya berbagai pembenahan di pihak internal.

"Di satu sisi mungkin karena kita lakukan perombakam tim internal, kita memang banyak berbenah secara internal, jadi itu faktor besar yang mendorong sale-nya," ujarnya.

Dia melanjutkan, pada semester II Dafam akan melakukan pengembangan dengan mengakuisisi beberapa hotel.

"Kita ada beberapa rencana pengembangan terutama di hotel, kita akan banyak akuisisi aset hotel di semester 2 dan tahun 2019. Serta 2020 target 50 Hotel, itu on bay kita, tapi secara management target lebih dari 100," pungkasnya.

Saham Naik

Adapun dalam perkembangan lain, semenjak melantai di bursa efek pada 27 April lalu peminat saham Dafam semakin banyak. Ini terbukti, dengan naiknya harga lembar saham Dafam yang semula Rp115 per lembar kini menjadi Rp1150 per lembar saham.

Presiden Direktur PT Dafam Property Billy Dahlan mengatakan, peminat saham Dafam semakin banyak. Pasalnya, masyarakat sudah semakin percaya dengan saham Dafam karena sedang dalam tren yang menanjak.

"Kami cukup terkejut saat IPO April lalu harga saham Dafam hanya Rp115 kini sudah 10 kali lipat dari awal IPO. Dan animo masyarakat mengenai saham Dafam cukup baik," kata Billy Selasa (5/6/2018) malam.

Dikatakan Billy, Dafam hanya melepas 25% saham mereka untuk melantai di bursa efek Indonesia. Dia menuturkan, belum bisa melepas lebih banyak saham karena masih menunggu perkembangan usahanya.

Sementara untuk harga lanjut dia, sampai akhir 2018 Dafam tidak mempunyai target khusus. Namun, dia cukup optimistis saham Dafam akan semakin menanjak karena sedang dalam tren yang baik.

"Tahun ini kami belum mempunyai target mengenai harga saham, karena masih menunggu pengembangan dan penguatan usaha agar semakin maju," tuturnya.

Menurut Billy, Dafam saat ini tengah fokus dalam pengembangan usaha terutama perhotelan. Pasalnya, hingga kini Dafam Hotel Manajemen sudah mengelola 35 hotel yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dikatakan Billy, pada 2020 nanti dia menargetkan memiliki 50 hotel. Namun secara manajemen target yang ingin dicapai yakni mengelola 100 hotel.

"Tahun 2020 kami menargetkan bisa memiliki 50 hotel untuk memperluas ekspansi usaha. Saya optimis target ini bisa tercapai karena perkembangan saham Dafam yang semakin meningkat," katanya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer