Ini Beberapa Permintaan Presiden Jokowi Terkait Bandara A.Yani

Oleh: Yustinus Andri DP 07 Juni 2018 | 21:17 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah, depan) didampingi Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) saat meninjau landasan pesawat Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani, usai meresmikan pengoperasian terminal baru tersebut, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/6)./Antara-R. Rekotomo

Bisnis.com, SEMARANG—Presiden Joko Widodo menyebutkan sejumlah permintaan dan catatannya kepada sejumlah pihak terkait bandara baru Ahmad Yani, Semarang, yang baru saja disahkannya.

Salah satu permintaannya adalah agar ekosistem Bandara Internasional Ahmad Yani yang ramah lingkungan dijaga dan terus ditingkatkan. Hal tersebut dikatakannya saat melakukan peresmian terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang pada Kamis (7/6/2018).

Menurutnya, dengan dibangunnya terminal baru tersebut di atas lahan berbentuk rawa, pengelola sekaligus pengguna diharapkan tetap menjaga ekosistem yang ada karena memiliki konsep eco green atau ramah lingkungan.

"Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan juga minta agar ramah lingkungan itu tetap dijaga. Artinya penanaman tanaman bakau dan mangrove itu di kanan kiri bandara ini lebih digalakkan lagi sehingga suasananya menjadi betul-betul bandara ramah lingkungan," katanya, Kamis (7/6/2018).

Selain itu, dia juga meminta agar runway bandara yang terletak di Ibukota Provinsi Jawa Tengah tersebut diperpanjang. Dia pun meminta kepada Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola bandara, untuk mewujudkan permintaannya itu pada 2019.

"Yang belum satu, runway-nya belum panjang Pak Menteri. Masih berapa? 2.500 kelihatannya. Jadi saya minta akhir tahun depan itu sudah bisa 3.000," ujarnya.

Seperti diketahui, bangunan terminal baru ini memiliki luas area 58.652 meter persegi atau hampir sembilan kali lebih besar dibanding luasan terminal bandara lama yang hanya 6.708 meter persegi. Sebelum diresmikan oleh Presiden pada Kamis (7/6), terminal baru tersebut sudah mulai beroperasi pada Rabu (6/6).

Adapun, bangunan terminal baru yang menghabiskan dana Rp930 miliar dari total anggaran pembangunan bandara yang mencapai Rp 2,2 triliun  tersebut ditargetkan dapat menampung 7 juta penumpang per tahun.  Kapasitas tersebut naik pesat dari terminal lama hanya mencapai 800 ribu penumpang per tahun.

Selain penambahan jumlah penumpang, bandara baru ini juga akan meningkatkan pelayanan kargo. Jika sebelumnya hanya 10.000 ton per tahun, maka sekarang akan menjadi 16.000 ton per tahun.

Bangunan terminal baru Bandara Ahmad Yani memiliki luas 58.652 meter persegi, serta apron baru yang mampu menampung 12 pesawat ramping (narrow body) atau konfigurasi sepuluh pesawat narrow body dan dua pesawat berbadan lebar (wide body) kargo.

Di samping itu, terminal ini dilengkapi dengan 30 konter check-in, 8 eskalator, 8 elevator, 2 travelator, serta 3 buah garbarata. Selain itu tersedia pula gedung parkir yang mampu menampung 1.200 kendaraan.

Melalui fasilitas tersebut, diharapkan pengguna jasa bandara akan semakin nyaman berada di bandara. Potensi pertumbuhan penumpang sebesar 10% tiap tahunnya juga dapat diakomodir oleh keberadaan terminal dan infrastruktur baru Bandara Ahmad Yani, yang diposisikan sebagai bandara bisnis dan industri.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer