KULINER SOLO, New Galabo Hidupkan Kejayaan Penganan Kota Bengawan

Oleh: Indah Septiyaning Wardhani 11 Juni 2018 | 12:26 WIB
Deretan gerobak milik pedagang kaki lima (PKL) kuliner malam terlihat sudah tertata rapi di selter New Gladak Langen Bogan (Galabo), di kompleks taman parkir, Jl. Mayor Sunaryo, Solo, Rabu (6/6)./JIBI-Nicolous Irawan

Bisnis.com, SOLO—Kawasan pedagang kaki lima (PKL) kuliner Gladak Langen Bogan (Galabo) bertransformasi dengan menempati lahan di Selatan Benteng Vastenburg atau samping Bank Danamon.

New Galabo tersebut siap menghidupkan kejayaan pusat kuliner di Kota Bengawan ini, setelah meredup dalam beberapa tahun terakhir. Pusat kuliner aneka khas Solo ini diresmikan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, Minggu (10/6) malam.

“Transformasi Galabo malam ini akan menjadi magnet bagi wisata kuliner di Solo,” kata Wali Kota.

Dalam operasional New Galabo Malam, Rudy mengatakan bukan hanya lokasinya yang baru melainkan manajemen pengelolaan juga baru. Hal ini sebagai upaya Pemkot dalam pembenahan Galabo malam.

Wali Kota juga meminta pedagang mematuhi aturan yang berlaku. Ketentuan jualan itu di antaranya tidak menjualbelikan atau memindahtangankan selter ke pihak lain, menambah bangunan, wajib memasang daftar menu dan harga alias tidak ngepruk.
Selain itu bagi pedagang yang tidak berjualan selama sebulan lebih tujuh hari, maka akan dicabut hak penempatannya. Selain itu terpenting pedagang wajib memasang daftar menu dan harga. “Jadi tidak ada yang ngepruk atau kalkulator rusak,” katanya.

Wali Kota mengancam akan mencabut surat hak penempatan (SHP) jika pedagang nekat melanggar aturan Pemkot. Dengan dioperasionalkannya New Galabo, akses Jalan Mayor Sunaryo diaktifkan kembali. Sebelumnya akses jalan tersebut tertutup untuk operasional Galabo malam. PKL memanfaatkan jalan di depan Pusat Grosir Solo (PGS) dan Beteng Trade Center (BTC) untuk area berjualan.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset BPPKAD Yosca Herman Soedrajat mengatakan pusat kuliner New Galabo Malam dibangun dengan dana corporate social responsibility (CSR) dari BNI senilai Rp1,737 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk pavingisasi lahan parkir seluas 3.200 meter persegi, pembangunan selter, drainase, pos jaga polisi, kamar mandi dan fasilitas penunjang, serta pengadaan rambu. Selain itu CSR dari Pertamina untuk pengadaan meja kursi, etalase, parasol dan brigth gas. Kemudian dana CSR dari Sosro untuk parasol.

“Jumlah pedagang kuliner Galabo malam ada 28 orang, dari lokasi lama ada 70-an. Di New Galabo ini benar-benar kita seleksi betul,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengatakan dalam operasional New Galabo Pemkot tak hanya sekadar menata dagangan. Melainkan memberikan pembekalan kepada para pedagang Galabo, termasuk pembahasan mengenai persoalan harga dan menu kuliner yang dijajakan di sana.

Sebab kuliner merupakan daya tarik utama Kota Solo sebagai tujuan wisata. Karena itu, Pemkot terus menggencarkan promosi wisata Solo ke luar negeri, dan kuliner menjadi salah satu daya tariknya.

"Kami minta pedagang berkomitmen agar menjaga Galabo menjadi tempat kuliner yang dikangeni. Pusat kuliner ini juga akan jadi percontohan sehingga jangan ada laporan kalkulator rusak dan lainnya," pintanya.

Pemimpin Wilayah PT BNI Persero Kantor Wilayah Yogyakarta, Arif Suwasono mengatakan CSR BNI mengucurkan dana Rp1,7 miliar untuk penataan lahan kawasan Benteng Vastenburg tepatnya di sisi selatan Bank Danamon. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pemasangan paving, pembangunan selter, toilet, serta pembangunan pos Polisi.

"New Galabo akan dikelola Pemkot dengan jumlah tenant untuk 28 orang. Galabo malam beroperasi mulai pukul 17.00 wib sampai pukul 05.00 wib," katanya.

 

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya