Tiga Lokasi Wisata Paling Terekomendasi di Gunungkidul

Oleh: Jalu Rahman Dewantara 12 Juni 2018 | 09:40 WIB
Tiga Lokasi Wisata Paling Terekomendasi di Gunungkidul
Pekerja sedang merawat Taman Bunga Nawari, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo.

Bisnis.com, GUNUNG KIDUL—Terdapat 3 tempat wisata unggulan yang telah bisa Anda kunjungi saat libur Lebaran di Gunung Kidul yakni Pantai Baron, komplek obyek wisata Gunung Nglanggeran serta wisata baru yakni taman bunga matahari Nawari.

Ketiganya masuk rekomendasi sebab memenuhi syarat keamanan, adanya kuliner, kebersihan, akses jalan yang telah bagus. Berikut uraiannya:

1. Taman Bunga Matahari Nawari

Taman Bunga Matahari (TBM) bernama Nawari berlokasi di Dusun Grogol 1, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Taman ini dikembangkan oleh salah seorang warga setempat. Berkat keindahannya, taman ini menjadi wahana wisata baru, khususnya bagi penggila swafoto.

TMB Nawari baru dibuka pada awaln Juni 2018. Taman ini menyuguhkan pemandangan hamparan bunga matahari yang tertanam rapi di lahan seluas 6.000 meter persegi. Di tengah taman terdapat sebuah bangunan menara bambu. Tingginya sekira 4 meter. Fungsinya untuk memudahkan pengunjung melihat taman bunga lebih jelas. Sebab tinggi rata-rata bunga matahari di taman tersebut bisa mencapai 2 meter.

Selain menyajikan keindahan bunga matahari, tempat ini juga menyediakan sensasi wisata kuliner Jawa. Menu yang disediakan mulai sayur lodeh, tempe garet dan sajian hidangan tradisional lainnya. Adapula menu andalan yakni nasi goreng putih. Berbeda dengan nasi goreng biasanya yang dicampur kecap dan saos, sajian ini merupakan nasi yang digoreng kemudian diberi bumbu rahasia.

"Jadi andalan karena memang nasi goreng kami berbeda. Chefnya juga sudah berpengalaman dan bersetifkat," kata Suwargito.

Adapun untuk menuju TMB Nawari sama dengan rute menuju Gua Pindul. Dari Wonosari juga hanya berkisar 15 menit perjalanan. Setelah sampai lokasi pengunjung tinggal membayat tiket sebesar Rp6.000.

2. Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran dan Embung Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran berada di Desa Wisata Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul. Obyek wisata ini berada di ketinggian 700 mdpl dan menjadi salah satu spot terbaik untuk melihat matahari terbit.

Perjalanan menuju puncak Gunung Api Nglanggeran membutuhkan waktu sekitar 50-60 menit. Gunung Gedhe sebutan puncak barat Gunung Api Purba memiliki kondisi yang lumayan lapang, tapi tidak bisa digunakan untuk camping/mendirikan tenda.

Jika ingin Camping bisa dengan bergeser ke bawahnya sekitar 50 meter. Di situ terdapat camping ground yang sangat strategis, sebab bisa berlindung dari kencangnya angin. Dari lokasi itu kita juga bisa menikmati kemegahan Gunung Lima Jari.

Tak jauh dari Gunung Api Purba, sekitar 1,5 KM sebelah tenggara pintu masuk Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba terdapat sebuah embung (tampungan air) yang sering disebut Embung Nglanggeran. Obyek wisata ini memiliki luas 0,34 Ha, dan difungsikan sebagai pengairan kebun buah durian dan kelengkeng.

Embung Nglanggeran adalah Embung pertama di DI.Yogyakarta, dibangun pada pertengahan 2012 dan diresmikan oleh Gubernur D.I.Yogyakarta pada tanggal 19 Februari 2013.

Jika Gunung Api Purba Nglanggeran sebagai tempat berburu sunrise maka Embung yang berada di ketinggian 495 mdpl ini menjadi tempat menikmati Sunset.

Lokasi parkir dikawasan Embung Nglanggeran juga sangat luas cocok digunakan untuk acara Gathering atau temu komunitas, baik motor, mobil ataupun pecinta sepeda.

Adapun Untuk menuju ke tempat wisata ini jika dari kota Wonosari jarak tempuhnya berkisar 20 kilometer. Sedangkan dari kota Yogyakarta, sejauh 25 kilometer. Ada dua jalur jalan untuk menuju ke lokasi itu. Jika dari Wonosari bisa melewati Bunderan Sambipitu, ambil kanan ke arah Dusun Bobung (pusat kerajinan topeng), kemudian menuju Desa Nglanggeran.

Sedangkan jika dari Yogyakarta, ketika sampai Bukit Bintang Patuk, Radio GCD FM belok ke kiri hingga sejauh tujuh kilometer (arah ke Desa Ngoro-oro yaitu lokasi beberapa stasiun transmisi ), kemudian menuju Desa Nglanggeran hingga sampai Pendopo Joglo Kalisong/Gunung Nglanggeran.

Harga tiket masuk Gunung Api Purba, sebesar Rp20.000 untuk malam dan Rp15.000 untuk siang hari. Sementara untuk harga tiket masuk Embung Nglanggeran Rp15.000 saat malam dan Rp10.000 saat siang.

Jika ingin menginap di wisata ini juga menyediakan home stay yang dikelola warga sekitar. Dalam paketan homestay juga menyediakan kuliner tradsional khas jawa seperti sayur lodeh dan tempe garet.

3. Kawasan Pantai Baron

Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Tanjungsari. Objek wisata ini merupakan pantai yang membentuk cekungan. Seperti pantai lainnya, di Pantai Baron tersedia aneka ikan laut beserta olahannya. Ikan yang biasanya dijual di Pantai Baron adalah udang windu, kakap, bawal putih dan tongkol.

Ihwal fasilitas Pantai Baron memiliki sarana berupa tempat pelelangan ikan, wahana permainan anak-anak, perahu bermesin, dan toko cenderamata. Buah sirkaya, pisang tanduk, sirsak, dan berbagai macam cendera mata yang terbuat dari kerang laut juga tersedia. Cendera mata berbahan kerang yang banyak dijual di Pantai Baron adalah bros, tirai kerang, lampu hias, cermin berhias karang, figura, dan aneka karakter hewan yang juga terbuat dari kerang laut.

Keunikan Pantai Baron adalah adanya sunga bawah tanah yang mengalir cukup deras ke arah lautan. Sungai bawah tanah tersebut mengalir ke arah laut dan membentuk sebuah sungai. Uniknya sungai bawah tanah yang ada di Pantai Baron adalah rasa airnya yang tawar meskipun berada sangat dekat dengan laut.

Adapun untuk menuju Pantai Baron ada dua rute. Dari Yogyakarta ke arah Ringroad selatan lalu jalan Wonosari lurus terus hingga naik ke patuk. Masih lurus hingga masuk kota Wonosari. Nah nanti akan melewati pasar argosari di pertigaan kedua setelah pasar ambil kanan menuju Jalan Baron. Tinggal lurus terus.

Rute satunya hampir sama, tapi saat melewati pertigaan Gading (pertigaan setelah Lapangan udara belok ke kanan) pasar Playen maka akan menuju kecamatan Playen lanjut Paliyan, lalu Puslatpur TNI, pasar Trowono (masuk jalan JJLS), Giring, TPR (tempat pemungutan retribusi). Biaya retribusi sebesar Rp10.000 per orang.

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya