Mudik Lebaran 2018: Rest Area Unik Ala Camping Ground Semarang

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 13 Juni 2018 | 07:34 WIB
Mudik Lebaran 2018: Rest Area Unik Ala Camping Ground Semarang
Rest area unik ala camping ground di Semarang, Jawa Tengah ini menjadi perhatian para pemudik, Selasa (12/6)./Bisnis-Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, SEMARANG -- Berbeda dari rest area pada umumnya, tempat peristirahatan di Tanjakan Gombel Semarang, Jawa Tengah berbentuk tenda layaknya area perkemahan pecinta alam.

Namun, fasilitasnya tak kalah lengkap dengan rest area lain. Plus, para pemudik akan mendapat suguhan hiburan serta pemandangan Semarang bawah. 

Sejumlah tenda tersusun rapi berjejer di kawasan Tanjakan Gombel Semarang, tepat di depan Hotel Alam Indah, lengkap dengan sejumlah bendera dari berbagai komunitas. Tenda-tenda ini sengaja disediakan bagi para pemudik untuk rehat.

Fasilitas yang disediakan pun rasanya cukup membuat pemudik istirahat dengan nyaman. Toilet, musala, dan dapur umum disediakan untuk memenuhi kebutuhan pemudik.

Posko rescue mudik dan rest area ini diinisisi lintas Komunitas Semarang bersama bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang. Setidaknya ada sekitar 20 komunitas yang tergabung di sini.

Di antaranya relawan sosial pecinta alam (resopala), Komunitas pendaki Gunung (KPG) Dasa Pala Semarang, Indonesia Off road Federation (IOF) Kota Semarang, dan sejumlah komunitas lainnya.

Semua komunitas memang dipersilakan bergabung dengan harapan bisa bersatu dan membuat satu kegiatan bersama, termasuk untuk membantu para pemudik menuju kampung halaman.

Rest area ini sudah didirikan sejak H-7 Lebaran. Sesepuh resopala sekaligus pencetus posko berkonsep pecinta alam ini, Dodi Ariyanto, menjelaskan setidaknya ada 15 tenda yang disediakan.

"Hanya saja yang berdiri ada delapan tenda. Konsepnya memang pecinta alam, menyesuaikan basic kami sebagai pecinta alam dan relawan," jelas pria yang akrab disapa Mbah Rimba itu, Selasa (12/6/2018).

Jumlah pemudik yang mampir rata-rata mencapai 15 orang. Adapun jumlah relawan yang terlibat adalah sekitar 50 orang, yang terbagi menjadi tenaga pantau, informasi, dan lainnya.

Rata-rata pemudik yang singgah adalah mereka yang hendak menuju Solo, Ngawi, dan Malang. Keberadaan rest area yang cukup unik ini turut diapresiasi para pemudik. Selain terbantu, mereka mengaku senang dengan konsep dan pemandangan yang ditawarkan.

Selain menjadi tempat istirahat, rest area ini juga menjadi lokasi evakuasi motor yang bermasalah.

"Ketika ada mobil dan motor mogok, akan digeret. Ada teknisi, ada bengkel. Gratis semua," tambahnya.

Mbah Rimba menuturkan rest area berkonsep pecinta alam ini sudah berjalan untuk tahun ketiga. Awalnya, para relawan memang ingin membuat rest area yang lain dari yang lain.

"Menyesuaikan basic kami sebagai orang lapangan. Kita kondisikan tenda-tenda agar lebih nyaman untuk tidur satu keluarga. Sesuai privasi," ungkapnya.

Menariknya lagi, pada malam hari para pemudik akan dihibur acara api unggun. Bahkan, ada pula penampilan band dari salah satu komunitas.

Rencananya, rest area ini nantinya juga akan menggelar takbiran serta makan ketupat bersama.

 

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya