TIPS SEHAT, Jeruk Nipis Bisa untuk Redakan Diare

Oleh: Iskandar 18 Juni 2018 | 18:06 WIB
TIPS SEHAT, Jeruk Nipis Bisa untuk Redakan Diare
Ilustrasi.

Bisnis.com, SRAGEN—Makanan berlimpah dan enak saat perayaan hari raya Idul Fitri kadang membuat kalap mereka yang sudah tidak berpuasa Ramadan. Namun di balik nikmatnya hidangan Lebaran patut sebaiknya diwaspadai berbagai penyakit ringan hingga berat bisa muncul atau kambuh setelahnya.

Praktisi herbal di Mojodoong, Kedawung, Sragen, Abu Bakrin mengutarakan biasanya setelah Lebaran ada penyakit khas. “Penyakit diare, kolesterol tinggi, gula darah naik dan sebagainya sering menghinggapi mereka yang makannya tidak terkendali,” kata dia, Minggu (17/6/2018).

Selain itu penyakit khas tersebut juga dipicu akibat pola makan yang tidak aturan. Selepas puasa orang sering kali memuaskan keinginannya untuk makan berbagai makanan yang disukai.

Mereka tidak menyadari lambung mereka belum siap 100 persen menerima berbagai makanan secara beruntun. Kondisi ini bisa memicu timbulnya berbagai penyakit pada tubuh di antaranya diare.

Jika penyakit sudah datang, papar Abu, orang bingung memeriksakan diri ke klinik atau dokter. Namun bagi mereka yang berada di perdesaan atau jauh dari klinik atau dokter bisa memanfaatkan bahan yang ada di sekitarnya.

Menurut Abu buah jeruk nipis bisa menjadi alternatif untuk meredam diare. Caranya, kata dia, ambil jeruk nipis yang sudah tua sehingga banyak airnya satu butir.

Kemudian buah jeruk nipis yang nama ilmiahnya citrus aurantiifolia ini dicuci bersih dahulu menggunakan air yang mengalir. Mencuci dengan air bersih yang mengalir ini dinilai penting untuk menghilangkan kotoran atau residu dari obat antihama—jika biasa disemprot—yang menempel pada buah jeruk. Setelah bersih buah jeruk nipis tersebut diiris kecil-kecil.

“Sebaiknya jeruk yang sudah diiris kecil-kecil itu tidak diperas. Masukkan saja irisan buah jeruk itu ke air hangat dalam gelas yang sudah disediakan. Rendam hingga beberapa saat agar air jeruk keluar dan bercampur air hangat,” ujar dia.

Agar tidak terlalu asam atau kecut, papar Abu, bisa ditambahkan madu dua sendok makan. Racikan ini bisa dibuat dua kali dalam satu hari dan diminum pada pagi dan sore hari.

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya