Kios & Penangkaran Burung Jalak di Klaten 'Diserbu' Pemudik

Oleh: Taufik Sidik Prakoso 19 Juni 2018 | 19:11 WIB
Kios & Penangkaran Burung Jalak di Klaten 'Diserbu' Pemudik
Hendi memberi makan burung jalak suren di kios penjualan tempat ia bekerja yang berada di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Selasa (19/6)./JIBI-Taufik Sidik Prakoso

Bisnis.com, KLATEN – Tak hanya kuliner yang dibanjiri pengunjung saat libur Lebaran kali ini. Kios serta penangkaran burung jalak dibanjiri pengunjung yang mayoritas para pemudik.

Burung kerap menjadi salah satu barang yang dibeli pemudik saat mereka kembali setelah libur Lebaran mulai berakhir. Kicau burung tersebut menjadi daya tarik para pemudik menjadikan hewan tersebut sebagai peliharaan.

Sejumlah wilayah di Klaten dikenal sebagai penangkaran burung jalak seperti di wilayah Desa Krakitan, Kecamatan Bayat dan Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes.

Salah satu kios yang ramai didatangi pemudik seperti kios milik Masbun Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes. Kios itu berada di tepi jalan menuju kawasan Rawa Jombor. Sejak libur Lebaran, hampir saban hari kios tersebut didatangi pemudik.
“Kalau penjualannya belum ada peningkatan. Namun, yang datang itu banyak terutama dari luar kota. Rata-rata datang masih sebatas tanya-tanya. Terkadang ada yang membeli satu ekor,” kata penjaga kios, Hendi, 28, saat ditemui, Selasa (19/6/2018).

Hendi menjelaskan burung jalak yang dijual diantaranya jalak suren dan jalak bali. Soal harga, sejak Lebaran ada peningkatan harga jual jalak suren. Ia mencontohkan untuk jalak suren usia 25 hari hingga sebulan harganya sekitar Rp300.000-Rp350.000 per pasang. Sebelumnya, harga jalak suren per pasang Rp270.000.

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya