AirNav Gelar Festival Balon Udara di Pekalongan

Oleh: Rivki Maulana 21 Juni 2018 | 09:47 WIB
AirNav Gelar Festival Balon Udara di Pekalongan
Belasan Balon udara mengapung di atas Lapangan Kuripan, Pekalongan dalam ajang Java Balloon Festival Pekalongan. /Bisnis-Rivki Maulana

Bisnis.com, PEKALONGAN — Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia menggelar Java Balloon Festival di Pekalongan guna meningkatkan keselamatan pelayanan navigasi penerbangan. Festival ini juga menjadi wahana bagi kegiatan pariwisata di kota batik tersebut

Manager Public Relation AirNav, Yohannes Sirait mengatakan festival balon udara menjadi jalan tengah untuk mengakomodasi tradisi masyarakat sekaligus menjaga keselamatan penerbangan. Dia menjelaskan, balon udara tanpa awak sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan karena bisa bertabrakan dengan pesawat sehingga mengganggu fungsi pesawat.

Kementerian Perhubungan selaku regulator juga telah mengatur secara tegas penggunaan balon udara lewat Peraturan Menteri Perhubungan no. 40 Tahun 2018. "Memang tidak mudah mengubah tradisi. Makanya mengajak masyarakat untuk tidak melepaskan balon udara, tapi menambatkannya [dengan tali] agar tidak berbahaya," jelasnya di sela-sela pembukaan festival di Pekalongan, Kamis (21/6/2018).

Selain di Pekalongan, festival balon udara juga digelar di Wonosobo dan Ponorogo. Di Pekalongan, festival akan digelar hingga Jumat (22/6/2018). Yohannes mengatakan dalam festival balon udara, AirNav akan menilai kelompok terbaik dengan ketentuan umum mencakup, lebar 4 meter, tinggi 7 meter dan dilepas dengan tali sepanjang 30 meter.

Menurut Yohannes, sejak 2016, laporan penemuan balon udara di lintasan penerbangan mengalami peningkatan. Dia menggambarkan, pada 2016 terdapat 14 laporan dari pilot yang menemukan balon udara di ketinggian 35.000 kaki. Setahun berselang jumlah laporan meningkat menjadi 63 dan tahun bertambah lagi menjadi 71 laporan.

Yohannes menekankan, aspek keselamatan penerbangan merupakan aspek yang mutlak diutamakan. Terlebih, Indonesia mendapat apresiasi yang terhormat dari berbagai kalangan, salah satunya pencabutan larangan terbang dari Uni Eropa. "Festival ini sekaligus menjadi ajang sosialiasi PM 40 di samping mengumpulkan potensi event pariwisata yang ujungnya bisa menggerakkan roda perekonomian," pungkasnya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya