LSI: 13% Responden Yakin Ganjar Pranowo Terlibat Korupsi e-KTP

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 21 Juni 2018 | 17:53 WIB
LSI: 13% Responden Yakin Ganjar Pranowo Terlibat Korupsi e-KTP
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) seusai diperiksa KPK, di Jakarta, Selasa (4/7)./ANTARA-Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, SEMARANG - Lingkaran Survei Indonesia mengungkapkan, sekitar 13% dari 35 juta penduduk di Jateng percaya calon gubernur Jateng Ganjar Pranowo terlibat dalam kasus korupsi e KTP. 

Sunarto Ciptoharjono, Direktur LSKP LSI Denny JA, mengatakan Soal kasus e KTP, 74.5% masyarakat mengetahui kasus ini. Namun, hanya 13.9% yang percaya Ganjar terlibat dan 38.1% tidak yakin ganjar telibat. Hal tersebut merupakan hasil survei LSI terhadap 440 resonden, yang disampling mewakili masyarakat Jawa Tengah.

"Sebanyak 13% responden percaya bahwa Ganjar terlibat dalam kasus korupsi KTP elektronik. Karena masyarakat saat ini cenderung lebih kritis dan paham mengenai permasalahan hukum yang melibatkan pemimpin daerah," ujar Sunarto Kamis (21/6/2018).

Meskipun cukup banyak masyarakat Jateng yang percaya mengenai keterlibatan Ganjar Pranowo dalam kasus KTP elektronik, hal tidak mengurangi kepercayaan masyarakat dalam Pilgub Jateng 2018.

Menurut Sunarto, kasus KTP elektronik tidak akan berpengaruh signifikan dalam memecah suara masyarakat di Pilgub Jateng 2018. Sebab, warga Jateng lebih banyak yang tidak peduli akan adanya kasus KTP elektronik.

"Meski ada 13% masyarakat Jateng yang mempercayai Ganjar terlibat kasus e KTP namun lebih dari 50% masyarakat tidak peduli adanya kasus itu," tegasnya.

Sementara itu, tingkat popularitas Ganjar yang mencapai 96,6% dan Taj Yasin 56%. Sementara Sudirman Said 63,9% dan Ida Fauziyah 49,8%. Sunarto menambahkan, masyarakat juga puas dengan kinerja Ganjar yang mencapai 71,1% dan yang tidak puas hanya 21%.

Menurut Sunarto, keunggulan Ganjar juga dipengaruhi dukungan dari ormas-ormas Islam serta menguasai teritori pemilihan. "Di semua dapil Ganjar-Yasin unggul, ini karena basis PDIP di Jawa Tengah. Meski begitu, ada juga daerah yang Sudirman-Ida menonjol, yakni di Brebes, Kabupaten Pekalongan, dan Kendal," ucapnya. 

Menurut Sunarto, hampir mustahil bagi Sudirman-Ida mengejar ketertinggalan dari Ganjar-Yasin. Alasannya, waktu pencoblosan kurang dari satu minggu lagi. Dia pun memprediksi bahwa masa tenang setelah kampanye akan menjadi masa yang paling tenang.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya