Potret Jasa Pengiriman di Solo Selama Lebaran

Oleh: Farida Trisnaningtyas 22 Juni 2018 | 13:11 WIB
Ilustrasi./wordpress

Bisnis.com, SOLO—Jasa pengiriman di Kota Solo memilih hanya libur terbatas saat masa cuti bersama Lebaran. Kiriman pun masih didominasi barang dari bisnis online shop. Di sisi lain, layanan pengangkutan sepeda motor pemudik menurun seiring Pemerintah yang menggencarkan mudik gratis.

Staf Administrasi J&T Express Cabang Timuran, Banjarsari, Solo, Helmi Miftachul Munif, mengatakan layanan kiriman barang hanya libur tiga hari, yakni 15-17 Juni lalu. Sejak kembali buka, outlet ini sudah melayani puluhan konsumen setiap harinya.

“Kami sudah melayani konsumen sejak Senin. Selama tiga hari beroperasi kiriman masih banyak barang dari online shop. Durasi waktu pengiriman juga sudah normal sekitar 2-3 hari,” katanya kepada JIBI, Kamis (21/6/2018).

Menurutnya, lonjakan pengiriman terjadi jelang Lebaran. Dalam sehari pihaknya bisa menerima minimal 600 paket. Jumlah ini naik drastis dari hari biasa yang tercatat ada sekitar 200 paket. Sedangkan isi paket kebanyakan berupa pakaian jadi.

Sementara itu, Rosalia Express baru mengoperasikan armada untuk pengiriman barang mulai Jumat (22/6). Meskipun begitu, untuk paket dengan skala kecil masih bisa dilayani dengan bus penumpang Rosalia Indah transport.

“Selama masa libur Lebaran kami tetap buka. Akan tetapi, ini khusus untuk barang-barang yang bisa masuk bagasi bus penumpang Rosalia Indah,” tutur Manajer Rosalia Express, Heri Purnomo.

Di sisi lain, ada penurunan angka pengiriman sepeda motor yang menjadi primadona layanan Rosalia saat mudik Lebaran. Menurutnya, menyusutnya jumlah pelanggan ini lantaran adanya program Pemerintah melalui mudik gratis dan angkut motor gratis yang dilakukan melalui transportasi darat seperti kereta, truk, dan kapal.

Rosalia express mengklaim penurunan pengiriman sepeda motor ini sekitar 10% untuk arus mudik Lebaran jika dibandingan tahun lalu. Pada 2017 lalu Rosalia melayani pengiriman sebanyak 2.000 unit. Sementara tahun ini turun menjadi 1.700 unit spm.

“Tapi, kami masih optimistis karena masa libur Lebaran anak-anak sekolah masih sampai dengan 16 Juli nanti. Bisa jadi memang para pemudik menunda balik Jakarta karena waktu liburan yang panjang,” katanya.

Salah satu pengguna jasa pengiriman, Surya Dwi, mengaku memilih menunggu operasional jasa ini normal kembali setelah Lebaran. Pemilik online shop Omah Hijabku menilai biasanya masa pengiriman barang mulai berjalan lancar pada H+7 Lebaran.

“Kami sudah paham kalau masuk Ramadan itu kiriman kebanyakan telat. Trennya kiriman yang ekonomis pada overload. Di samping itu, supplier juga baru aktif lagi menyetok barang pada 25 Juni nanti,” jelasnya.

 

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya