PILGUB JATENG 2018: KPPS di Pekalongan Terpaksa Uruk Tanah untuk Hindari Rob

Oleh: Yustinus Andri DP 27 Juni 2018 | 16:10 WIB
Cagub Jateng nomor urut 1 Ganjar Pranowo (kiri) bersama istri Siti Atiqoh, memperlihatkan surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, di tempat pemungutan suara (TPS) 2, Kelurahan Gajahmungkur, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/6/2018)./ANTARA-R. Rekotomo

Bisnis.com, PEKALONGAN - Salah satu TPS yang berada di daerah terdampak bencana rob di Kabupaten Pekalongan, terpaksa harus melakukan pengurukan tanah demi mengantisipasi datangnya terjangan rob.

Adapun TPS bernomor urut 4 tersebut berada di Dukuh Semonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Kepala Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 4 Rasjoyo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dari jauh-jauh hari lokasi yang paling tinggi di wilayah tersebut untuk digunakan sebagai TPS, demi mengantisipasi datangnya bencana rob.

"Lokasi TPS 4 ini adalah lokasi yang paling tinggi dibandingkan lokasi-lokasi lain. Kami pun sudah lakukan pengurukan tanah sampai 20 cm agar bisa meminimalisir dampak buruk dari datangnya rob," ujar Rasjoyo, Rabu (27/6/2018).

Dia menjelaskan, Dukuh Semonet merupakan salah satu daerah yang paling parah terdampak bencana rob di Kabupaten Pekalongan yang terjadi sejak akhir tahun lalu. Lokasi wilayah yang berdekatan dengan anak sungai Wonokerto dan tepi Laut Jawa, menjadikan daerah tersebut dilanda fenomena kenaikan permukaan air laut.

Menurut Rasjoyo pada Desember 2017 lalu, Dukuh Semonet harus terendam air rob setinggi 1 meter. Sementara itu, pada pertengahan Mei lalu, ketinggian rob meningkat menjadi 1,5 meter.

Dia melanjutkan, fenomena hujan deras yang melanda Kabupaten Pekalongan selama beberapa hari terakhir, membuat petugas KPPS khawatir akan terjadi genangan saat proses pemungutan suara.

"Tetapi untungnya sejak kemarin Selasa (26/6/2018) tidak terjadi hujan deras. Selain itu kenaikan air rob juga belum terjadi hingga saat ini. Sehingga kami yakin proses pemilu kali ini akan lancar," katanya.

Kendati demikian, tingkat partisipasi pemilu di TPS tersebut, rupanya relatif rendah. Dari 204 DPT, Rasjoyo memperkiakan hanya 60% dari daftar pemilih tersebut yang menggunakan hak suaranya.

"Kebanyakan penduduk sini masih melaut. Terutama kaum bapak-bapak karena mata pencahariannya didominasi pelaut. Paling banyak yang menggunakan hak suaranya kaum ibu-ibu yang memang berada di rumah saja," papar dia.

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer