Disinyalir Banyak Pangkalan Elpiji Fiktif di Rembang

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 29 Juni 2018 | 14:52 WIB
Tabung elpiji 3 kg./Antara

Bisnis.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Jateng diminta memperketat pengawasan distribusi elpiji di Rembang menyusul adanya kelangkaan barang tersebut dan banyaknya pangkalan penjual tak resmi.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Rembang Yudianto menilai, harga tabung isi ulang LPG 3 kg di daerahnya kini cukup mahal yakni Rp 25.000/tabung dari harga Rp 16.000-Rp 18.000/kg.

"Di Rembang sekarang banyak pangkalan 'fiktif' yang beredar," jelasnya, Jumat (29/6/2018).

Imrahatus Sholikah, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Rembang, juga menjelaskan saat ini ada 6 agen di Kabupaten Rembang dimana salah satunya milik TNI AD sebagai agen terbesar.

Selain itu, pendistribusian tabung LPG 3 kg tidak merata. Pada satu desa hanya terdapat satu pangkalan yang cuma memiliki 50 tabung selama seminggu. Ia menilai kondisi itu tidak seimbang mengingat di jumlah warga desa mencapai ribuan.

Kepala Dinperindag Jateng M. Arif Sambodo mengatakan, persoalan distribusi tabung tersebut lebih pada faktor pengawasan. Meski sisi pengawasan itu merupakan kewenangan dari pemerintah pusat melalui kementerian/ dirjen, namun pihaknya masih bisa memonitor hal tersebut.

Dia juga mengatakan kewenangan pengawasan itu dari Dirjen Migas dan Pertamina hanya selaku operator. Tapi, perizinan agen dari pertamina.

"Ada kebijakan untuk mengatasi persoalan di Rembang seperti kelangkaan atau harga mahal."

Dia mencontohkan di Kabupaten Purworejo sempat mengalami kelangkaan selama beberapa minggu dan harganya Rp30 ribu per tabung. Setelah itu, dinas berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menindaklanjutinya.

"Hasilnya, ternyata ada tindakan penimbunan. Dari pengalaman itu, Rembang pun bisa melakukan hal yang sama seperti di Purworejo," kata Arif.

Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pengawasan di Rembang untuk mengetahui persoalan di lapangan. Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Ditreskrimsus Polda Jateng untuk melihat adanya indikasi penimbunan tabung gas.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya