Perbankan Tunggu Mekanisme Baru Salurkan KPR Murah

Oleh: Bayu Jatmiko Adi 04 Juli 2018 | 07:21 WIB

Bisnis.com, SOLO — Kalangan perbankan masih menunggu mekanisme penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) sesuai kebijakan baru loan to value (LTV), yang akan diberlakukan Agustus nanti. Program tersebut diharapkan akan meningkatkan penyaluran KPR ke depannya.

Diketahui sesuai ketentuan yang baru, ada kelonggaran LTV bagi masyarakat untuk pembelian rumah pertamanya. Kelonggaran tersebut memungkinkan adanya uang muka yang lebih rendah bahkan hingga 0%. Hanya, saat ini belum ada informasi pasti apakah perbankan akan menerapkan uang muka atau DP 0% tersebut untuk pengajuan KPR mulai Aagustus nanti. Begitu pula mengenai syarat yang harus dienuhi debitur.

Kepala BRI Cabang Sudirman Solo, Aloysius Andi Sulistyo, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari pusat. "Saat ini kami menunggu dulu mengenai skema hingga syarat-syarat yang harus dipenuhi. Kami menunggu dulu arahan dari kantor pusat," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Selasa (2/7/2018).

Dia mengatakan untuk saat ini mekanisme yang dijalankan masih mengacu pada kebijakan LTV sebelumnya. Di mana untuk kredit pembelian rumah subsidi terdapat uang muka 1%-5%. Sedangkan untuk pembelian rumah nonsubsidi ada uang muka mulai Rp10%.

Kepala Cabang BTN Solo, R. Anggarani, juga belum dapat menyampaikan mekanisme penyaluran KPR dengan ketentuan baru LTV tersebut. Dia mengatkan saat ini masih menjalankan ketentuan yang lama. Diketahui kebijakan baru terkait LTV tersebut baru diberlakukan pada Agustus.

Menurutnya dengan ketentuan LTV yang baru akan ada kelonggaran untuk pembelian rumah baik rumah pembelian pertama maupun rumah pembelian kedua dan seterusnya. "Pelonggaran LTV dimaksud untuk mendongkrak pertumbuhan kredit khususnya KPR. Karena sektor perumahan memiliki daya dorong yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi," kata dia kepada Espos. Dia juga menyebutkan kebijakan LTV saat ini targetnya adalah first time buyer dan investment buyer.

Di sisi lain, berdasarkan data penyaluran KPR bank umum di Soloraya, pada Mei 2018, penyaluran KPR mencapai sekitar Rp5,2 triliun. Sedangkan penyaluran pada Mei 2017 sekitar Rp4,9 triliun.

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya