Partai Kecil dan Baru Kesulitan Mencari Caleg

Oleh: Tri Rahayu 09 Juli 2018 | 08:21 WIB
Partai Kecil dan Baru Kesulitan Mencari Caleg
Dewan Pembina DPD PSI Sragen Derek Gesang Karsanto meneliti berkas para caleg PSI sebelum didaftarkan ke KPU Sragen di Sekretariat DPD PSI Sragen, Nglorog, Sragen, Sabtu (7/7)./JIBI-Tri Rahayu

Bisnis.com, SRAGEN – Sejumlah bendera partai berkibar mengikuti arah angin di depan DPD Partai Solidarita Indonesia (PSI) Sragen yang terletak di Nglorog, Sragen. Sebuah plakat nama partai berdiri di depan kantor kontrakan itu. Dari dalam ruang tamu, seorang pemuda kelahiran 1992 keluar menyapa saat Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) bertandang, Sabtu (7/7) siang.

Derek Gesang Karsanto, 26, satu-satunya pengurus DPD PSI yang ada. Derek yang sering disapa Bro Derek dipercaya sebagai Dewan Pembina di partai baru itu. Sejak pembukaan pendaftaran calon anggota legislatif (caleg), PSI baru mendapatkan 20 orang caleg.

Bro Derek menjadi salah satu kader PSI yang nyaleg pada Pemilu 2019 mendatang. Ia sudah menyiapkan berkas administrasi sesuai yang disyaratkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

“Hanya persyaratan SKCK [surat keterangan catatan kepolisian], surat dari PN [Pengadilan Negeri], dan tes kesehatan jasmani, rohani, dan narkoba dari RSUD Sragen yang belum diprosesnya. Ia menunggu respons teman-temannya. Info terakhir untuk tes kesehatan di RSUD Sragen harus membayar Rp510.000. Tes inilah yang paling mahal dalam persiapan pemenuhan administrasi pendaftaran caleg,” ujar Derek, Sabtu siang.

Ia mendengar ada tawaran paket yang sama di Klaten dengan harga Rp390.000/orang. Ia pun berpikir ulang kalau di Klaten murah tetapi transportasinya dan akomodasi lainnya juga butuh tambahan. Dia menyimpulkan total kebutuhan dana untuk pencairan administrasi saja bisa sampai Rp600.000 per orang. Selain persyaratan dari KPU, Derek juga menyiapkan administrasi khusus di internal PSI. Salah satunya membuat semacam karya tulis atau artikel minimal dua lembar yang berisi tentang tips atau kiat untuk memberantas korupsi dan intoleransi.

“Awalnya mau ada semacam audisi dengan juri tetapi karena kendala teknis audisi caleg pun dibatalkan. Tinggal nanti ada tes wawancara per caleg tentang apa yang mereka lakukan saat mau jadi caleg, visi dan misinya,” tuturnya.

Derek sebagai Dewan Pembina DPD mengakui bila mencari caleg yang mau lewat PSI cukup sulit karena minimnya animo publik untuk terjun di dunia politik. Dari 20 caleg yang mendaftar, 60%-70% merupakan figur pemuda. Bahkan di beberapa daerah ada remaja yang masih pelajar SMA berani menjadi Ketua DPC PSI.

“Dari struktur partai, kami memiliki 13-14 DPC di tingkat kecamatan. Dari enam dapil yang ada, kami masih kekurangan caleg dari daerah pemilih Gemolong dan sekitarnya,” tuturnya.

Kondisi tersebut hampir sama dengan Partai Bulan Bintang (PBB) Sragen yang hingga Sabtu hanya mendapat delapan orang caleg. Ketua DPC PBB Sragen, Bambang, sudah berusaha menjaring caleg untuk memenuhi target 45 orang.

Bambang menyatakan DPC sebenarnya sudah memiliki 11 pimpinan anak cabang (PAC) tetapi Surat Keputusan (SK) PAC tersebut bakal habis pada Agustus. Bambang mau tidak mau harus segera menyiapkan musyawarah anak cabang (musancab).

Untuk mencari caleg, Bambang meminta bantuan seorang simpatisan PBB di Puro, Karangmalang, Sragen. Jamaludin Rahmad yang ditunjuk Bambang untuk membantu mencari caleg. “Harus ada peringatan keras bagi kader yang berkhianat,” ujar Jamal saat berbincang dengan Bambang lewat telepon seluler.

Jamal tampak kesal dengan ulah kader yang mengundurkan diri menjelang pendaftaran caleg. Jamal mau membantu mencarikan caleg karena untuk membantu PBB. Jamal dimintai bantuan untuk mencari caleg sejak dua hari terakhir. Ia sudah berhasil mendapatkan tiga caleg yang bisa mewarnai di PBB.

Berbeda dengan di Perindo Sragen. Sebagai partai baru, Perindo sudah bisa mendapatkan 45 caleg yang siap maju dalam pemilu 2019. Ketua DPD Perindo Sragen Alexander Beri Dala atau akrab disapa Sandro.

“Perindo sudah mendapat 45 caleg di enam dapil. Proses pendaftarannya lewat Sekretariat DPD Perindo Sragen dengan persyaratan yang diatur dalam PKPU. Tidak ada persyaratan khusus di Perindo,” ujarnya.

Di sejumlah partai besar lainnya sudah mendapat 45 caleg, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat.

Sebagian caleg-caleg partai tersebut sudah mengikuti tes kesehatan di RSUD Sragen. Di PDIP ada semacan tes psikologi sendiri meskipun KPU mensyaratkan tes kesehatan rohani lewat RSUD Sragen. Di Partai Golkar pun sudah melakukan orientasi fungsionaris partai, salah satunya dengan mendatangkan para caleg di Gedung DPD II Partai Golkar Sragen belum lama ini.

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya