INDUSTRI MANUFAKTUR, Investasi Ikutan di Kulonprogo Diprediksi Semarak

Oleh: Uli Febriarni 09 Juli 2018 | 08:46 WIB
INDUSTRI MANUFAKTUR, Investasi Ikutan di Kulonprogo Diprediksi Semarak
Petugas membongkar bangunan di area yang akan digunakan untuk Bandara Internasional Kulonprogo di Temon, Kulonprogo, DI Yogyakarta, Kamis (13/4)./Antara-Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, WATES – Pemerintah Kabupaten Kulonprogo memperkirakan, sejumlah sektor bisnis akan bergerak positif dan muncul di Kulonprogo dalam beberapa waktu ke depan.

Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perdagangan Kulonprogo, Dewantoro mengungkapkan, berdasarkan studi kelayakan, potensi penyerapan tenaga kerja khusus di kawasan industri Sentolo saja, diprediksi mencapai 10.000 orang. Sementara pada saat ini, baru ada satu pabrik traktor, pabrik briket arang, sarung tangan yang berdiri.
Potensi serapan tenaga kerja bisa lebih besar lagi, bila mengingat di KIS bisa terbangun sekitar 40 unit industri. Masing-masing perusahaan membangun pabrik dengan estimasi luas lahan 3.000 meter persegi hingga 5.000 meter persegi. Selain pabrik, di kawasan tersebut bisa tumbuh indekos, katering, binatu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo Agung Kurniawan mengatakan, di sejumlah titik wilayah di Kulonprogo, selain di kawasan industri, sejumlah investor berencana membangun usaha yang beragam. Misalnya saja sarung tangan, pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), properti, perumahan, alat kesehatan, industri kosmetik. Diperkirakan, sebuah rumah sakit swasta besar juga akan berdiri di Kulonprogo.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengungkapkan, Pemkab Kulonprogo menyiapkan sedikitnya sekitar 1.700 Sumber Daya Manusia (SDM) untuk diberikan pelatihan, baik itu pelatihan kebandaraan untuk mendukung kehadiran New Yogyakarta International Airport (NYIA). Pelatihan bukan hanya diselenggarakan bersama AP I, melainkan juga pelatihan mandiri oleh Balai Latihan Kerja (BLK), maupun Pemkab bekerja sama dengan STTA dan STPI.

Total pada 2019 ada skitar total 90 pelatihan, dan ada satu angkatan kerja lagi yang telah dilatih pada 2018. Sehingga, apabila tenaga ini semua terserap seluruhnya, maka sekitar 1.800 tenaga kerja aktif berkarya di Kulonprogo.

Dalam pengelolaan investasi dan sumber daya daerah, BUMD dan BUMDes bisa turut berpartisipasi mengelola perusahaan daerah untuk kemajuan Kulonprogo. Misalnya saja BUMD bersama AP I dengan layanan airKu dan air bersih PDAM untuk digunakan di NYIA. Selain itu, akan berusaha memasukkan StarProg, kopi produksi warga Kulonprogo, untuk bisa berada di dalam NYIA.

Ia menambahkan, efek dari kehadiran NYIA muncul berlapis, mulai dari berbagai sektor, seperti usaha transportasi, taksi, rumah makan, penginapan dan perhotelan, serta sektor-sektor lain. Bahkan, efek tersebut sudah terasa sejak tahap konstruksi berlangsung, ada yang sudah terlibat dalam pengurukan, pengerjaan, pertukangan.

 

 

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya