UMBUL SUSUHAN, Wisata Air di Klaten Berlakukan Tarif Baru

Oleh: Cahyadi Kurniawan 10 Juli 2018 | 05:58 WIB
UMBUL SUSUHAN, Wisata Air di Klaten Berlakukan Tarif Baru
Pengunjung berenang di kolam renang Umbul Susuhan, Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Senin (9/7/2018)./JIBI-Cahyadi Kurniawan

Bisnis.com, NGAWEN — Harga tiket masuk objek wisata Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, naik menjadi Rp8.000 dari semula Rp5.000. Penambahan harga tiket itu lantaran penambahan fasilitas kolam renang di umbul tersebut.

Tiket masuk umbul tertera angka /delapan/ dengan coretan menggunakan bolpoin. Angka itu menutupi angka /lima/ yang tercetak pada tiket. Sedangkan, di bawah angka tertulis keterangan “lima Ribu Rupiah.”

“Di tiket tertulis Rp5.000 tapi dipungutnya Rp8.000. Pengubahan menjadi Rp8.000 hanya dicoret pakai bolpoin. Saya merasa ini pungutan liar,” kata Sudarto, salah satu pengunjung Umbul Susuhan kepada JIBI, Minggu (8/7/2018).

Kepala Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Bambang Pramana Dewa, mengatakan hal itu bukanlah pungli. Sebab, Pemdes memang sengaja menaikkan harga tiket menyusul selesainya pembangunan kolam renang di kawasan itu. Ia juga mengganti tiket lama dengan tiket yang baru sesuai harga baru.

“Kami sudah cetak tiket dengan harga baru,” ujar dia, Senin (9/7/2018).

Penambahan harga tiket masuk itu dilakukan sejenak sehari menjelang Lebaran. Bahkan, ia berencana menarik ongkos tiket masuk sebesar Rp10.000 per pengunjung. Harga itu sudah termasuk asuransi dan fasilitas objek wisata seperti gazebo, dan kolam renang anak.

“Kami berharap pengunjung bisa memahami kenaikan harga ini. Kami tidak arogan menaikkan tiket tanpa peningkatan failitas dan layanan,” imbau dia.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Mahanani Desa Manjungan, Agus Tri Joko, mengatakan saban hari Umbul Susuhan dikunjungi 200-an dari Jogja, Semarang, dan Soloraya. Bahkan, pada puncak liburan Lebaran sempat melonjak hingga meraup omzet Rp20 juta per hari.

“Dalam sebulan pendapatan umbul mencapai Rp60-Rp70 juta,” kata dia.

Menurut Joko, yang membedakan Umbul Susuhan dibanding umbul lain adalah airnya yang alami dan bersih. Pengelola juga rutin menguras dan mengganti air umbul dua hari sekali. Tak hanya itu, di umbul itu disediakan juga kolam khusus perempuan.

“Di tempat kami ada kolam khusus perempuan yang terpisah dari kolam lainnya,” beber dia.

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya