Ada Sungai Kotor jadi Aquarium Alam di Boyolali

Oleh: Aries Susanto 10 Juli 2018 | 06:06 WIB
Ada Sungai Kotor jadi Aquarium Alam di Boyolali
Ribuan ikan nila merah terlihat berenang-renang di anak Kali Pepe, salah satu sungai yang berbatasan dengan Boyolali-Karanganyar selatan Tugu Boto, Senin (9/7)./JIBI-Aries Susanto

Bisnis.com, BOYOLALI – Ada pemandangan mengesankan ketika melintasi jalan di perbatasan Desa Klodran dan Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

Tak jauh dari selatan Tugu Boto, cobalah tengok sungai yang mengalir dan berimpitan dengan jalan raya yang ramai. Di sana akan nampak jelas ribuan ikan nila merah layaknya ikan emas. Ikan-ikan itu terlihat menari-nari seperti di dalam aquarium alam raksasa. Airnya bersih dan tak ada sampah terapung-apung.

"Sebenarnya sampah di sungai ini sangat banyak, namun kami pasangi jaring-jaring besi di pintu atas. Sehingga, air kolam ikan ini jadi bersih," jelas Andung, salah satu peternak ikan nila di anak Sungai Pepe saat berbincang dengan JIBI, Senin (9/7/2018).

Andung mengisahkan, anak Kali Pepe itu dia sulap menjadi kolam ikan sejak dua tahun lalu. Ide awalnya ialah ingin mengajak masyarakat agar mencintai sungai dan tak menjadikan sungai sebagai tempat sampah.

Lalu, mereka mendirikan kelompok tani dengan tujuan menyelamatkan lingkungan sekaligus berdampak bagi perekonomian warga. "Nah, akhirnya muncul ide ini. Sungai ini kita gunakan sebagai kolam ikan. Lalu di hulu sungai kita pasangi jaring-jaring besi," kisah warga yang tinggal di RT 004/RW 010 Desa Klodran.

Upaya Andung dan teman-temannya membuahkan hasil. Selain budaya membuang sampah di sungai telah berangsur berkurang, setidaknya tiga kali dalam setahun mereka mengantongi laba bersih Rp4 juta-Rp5 jutaan dari hasil panen mereka yang mencapai lebih 1 ton.

"Sekarang, kalau orang mau buang sungai ewuh pakewuh. Soalnya, sungai bersih dan banyak ikan warna warni di sungai," ungkapnya.

Lantas, apakah Andung dan teman-teannya tak waswas jika ikan-ikannya dicuri orang atau diracuni orang? "Dulu, saat awal-awal ya waswas. Orang pada mancingi ikan di sini. Namun, karena sekarang banyak warga yang tahu, sudah tak ada lagi orang mencuri ikan," tambahnya.

Kalau risiko banjir? "Tentu saja ada," kata Andung. Namun, Andung dan teman-temannya sudah mengantisipasi jika sungai meluber dan banjir. Salah satunya ialah membuka pintu air di agar permukaan sungai tetap terkontrol.

Kreativitas warga ini mendapatkan sambutan positif para pengguna jalan yang bersebelahan sungai itu. Joko Mulyono salah satunya. Warga Desa Sawahan, Ngemplak ini, mengacungi jempol kreativitas Andung dan teman-teannya dalam melakukan kampanye cinta sungai yang berdampak ekonomi.

"Ini patut dikembangkan di daerah lainnya. Sungai itu bukan tempat sampah, melainkan bagian dari kehidupan kita," ujarnya.

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya