Peternak Kecil Gulung Tikar Picu Kenaikan Harga Telur di Boyolali

Oleh: Newswire 10 Juli 2018 | 15:15 WIB
Peternak mengambil telur ayam broiler di salah satu peternakan di Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (7/3)./Antara-Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, BOYOLALI – Harga telur ayam di tingkat pengusaha ternak maupun pedagang di pasar terus mengalami kenaikan, karena dampak berkurangnya pasokan barang dari daerah sentra produksi di Boyolali.

"Kenaikan harga telur ayam di pasaran Boyolali, dampak dari produksi telur terus berkurang serta kondisi musim yang kurang mendukung bagi perkembangan ayam petelur," kata Ketua Humas Paguyuban Ayam Layer Boyolali, Tukinu, di Boyolali, Selasa (10/7/2018).

Bahkan, kata Tukinu, para pengusaha ternak ayam petelur di Boyolali, hingga sekarang jumlahnya makin berkurang. Hal ini, karena ketika harga telur jatuh, peternak yang memiliki ayam jumlahnya hanya 1.000 hingga 3.000 ekor tidak mampu bertahan, apalagi, kondisi sekarang produktivitas telur sekitar 20% per hari. Meski demikian harga di pasaran tersebut tergatung mekanisme pasar. Harga di tingkat peternak saat ini dijual Rp24.000 per kilogram.

Tukinu menjelaskan, jumlah petyernak ayam di Boyolali sekarang tinggal sebanyak 45 pengusaha dengan kemampuan produksi telur yang dihasilkan mencapai 25 ton per hari. Produksi telur untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di Boyolali, juga dipasok ke kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Semarang, Bandung, dan Surabaya.

Berdasarkan informasi dari E-Pangan, Kantor Dinas Ketahanan pangan (DKP) Boyolali, menyebutkan, harga telur ayam Rp 21.975/ kg, Daging Ayam Rp33.565/kg, dan Daging sapi Rp104.795/kg, ikan Lele Rp22.370/kg, Nila Rp31.755/Kg , cabai merah besar dijual Rp32.460/kg, keriting dan rawit merah Rp36.380/kg.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya