Pemprov Jateng Dorong UKM Miliki SNI

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 10 Juli 2018 | 14:46 WIB
Perajin gitar Isa Ansori (kiri) memeriksa presisi pada gitar listrik buatannya di rumah sekaligus bengkel kerja di Desa Sumberjo, Kediri, Jawa Timur, Jumat (9/3/2018)./ANTARA-Prasetia Fauzani

Bisnis.com, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong produk Usaha Kecil dan Menengah unggulan di daerah tersebut untuk segera memiliki Standar Nasional Indonesia guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Priyo Anggoro mengatakan banyak produk di provinsi ini yang perlu ditindaklanjuti agar sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) seperti gula semut di Banyumas, aneka kopi di Temanggung, Banjarnegara serta aneka produk lainnya termasuk batik dan bahan baku jamu.

"Produk mempunyai SNI harus digalakkan agar orang ini yakin dan tidak takut salah dalam memilih produk. Masyarakat kini lebih memilih produk yang memiliki SNI karena mutu dan kualitasnya sudah teruji," paparnya, Selasa (10/7/2018).

Priyo menuturkan kepercayaan pelanggan menjadi hal yang utama dalam skema jual beli online. Hal ini diyakini bakal turut mengedukasi masyarakat nantinya. 

Pemerintah Daerah (Pemda) juga diklaim terus memfasilitasi sertifikasi SNI dengan menyediakan anggaran dan berbagai kegiatan untuk mendorong peningkatan produk yang memiliki SNI.

Sementara itu, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyebutkan berbagai produk dengan SNI akan menciptakan kehidupan yang aman karena produk tersebut telah diuji mutu dan kualitasnya.

Kepala BSN Bambang Prasetya menyatakan sebelum mengeluarkan SNI, tim ahli akan lebih dulu melakukan pengecekan standar terkait sejauh mana suatu produk aman digunakan. 

"Standar dirumuskan dari kami dan para tenaga ahli akan mengecek sejauh mana standar suatu produknya. Kalau sudah, nanti akan terbit izin SNI secara tertulis, sehingga keamanan konsumen akan terjamin," ujarnya.

Selain menjamin keamanan konsumen, produk dengan SNI juga akan meningkatkan daya saing produk sehingga nilainya kian baik. Produk-produk itu pun nantinya bakal memiliki pasar yang lebih luas dan akses yang semakin besar, termasuk ke pasar ekspor.

Hal ini juga berlaku untuk produk UKM. BSN menegaskan sudah banyak produk UKM yang go international karena kualitasnya terjamin.

Saat ini, telah ada 9.700 lebih produk dengan SNI dari 600 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia. 

"Banyak UKM Indonesia di Eropa, akses pasar sudah internasional. Ini membuktikan bahwa produk UKM Indonesia yang sudah memiliki SNI digemari masyarakat luar negeri," terang Bambang.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya