Omzet Sentuh Rp50 Triliun, Kanwil DJP Jateng I Genjot Pajak UMKM

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 11 Juli 2018 | 15:27 WIB
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai di salah satu pabrik di Jakarta, Selasa (13/3/2018)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, SEMARANG -- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Jawa Tengah I menggenjot pendapatan pajak dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah mengingat potensi pajak yang mencapai Rp2 triliun dari sektor tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ada 4,1 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah (Jateng). Namun, yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM sebanyak 330.000 dan jumlah yang patuh membayar pajak lebih rendah lagi, yakni hanya 136.000. 

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jateng I Irawan mengatakan pihaknya tengah gencar menyosialisasikan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

Beleid itu menyebutkan pajak penghasilan (PPh) UMKM saat ini hanya 0,5%, lebih rendah dari sebelumnya yang sebesar 1%. Maka, diharapkan pendapatan pajak terus mengalami peningkatan.

"Kami dari awal bulan terus melakukan sosialisasi mengenai PP 23/2018 mengenai UMKM. Saya harap para pelaku UMKM semakin patuh untuk membayar pajak dengan adanya peraturan baru tersebut," ujarnya di Semarang, Rabu (11/7/2018).

Menurut Irawan, aset seluruh UMKM di Jateng bernilai Rp26,7 triliun dengan omzet mencapai Rp50 triliun. Untuk itu, pihaknya terus menggenjot potensi pajak di sektor ini.

Para pelaku UMKM tinggal mengalikan 0,5% dengan jumlah omzet yang diraih dalam sebulan. 

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya