Pemkot Semarang Serius Garap Pembangunan LRT

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 12 Juli 2018 | 22:45 WIB
Pemkot Semarang Serius Garap Pembangunan LRT
Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah/Bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang, tengah serius dalam membuat Light Rail Transit (LRT).

Pasalnya, pembangunan LRT akan dibangun 2019 nanti, sehingga Pemkot Semarang terus melakukan perancangan mengenai LRT yang aman dan efisien.

Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah menjelaskan, saat ini perencanaan LRT telah sampai pada tahap pembahasan konsep.

Irwansyah menuturkan, tahap awal LRT Kota Semarang nantinya akan terintegrasi dari bandara menuju kawasan kota.

"Tahap awal nanti akan dimulai dari Bandara Ahmad Yani yang baru menuju ke Pasar Bulu. Kebetulan kan bandara kita ini sudah bagus dan skala internasional. Kedepan tentunya akan terintergrasi ke simpang lima dan seterusnya," ujarnya, Kamis (12/7/2018).

Irwansyah mengatakan, pembangunan LRT e akan jadi fokus utama Pemkot pada 2019 nanti. Disisi lain, pembangunan LRT juga termasuk untuk melengkapi transportasi massal yang terintegrasi dengan bandara.

Selain itu, tersebut juga tercantum dalam Perda 14 tahun 2011 yang menyebut bahwa LRT menjadi salah satu proyek yang telah direncanakan sejak lama.

Menurut Irwansyah, kemungkinan terintegrasinya LRT Kota Semarang menuju simpanglima, dia mengaku hal tersebut bukan sesuatu yang tidak mungkin.

Kendati demikian, rencana integrasi tersebut belum dapat dilaksanakan pada tahap awal pembangunan LRT. Pasalnya, pihaknya saat ini juga sedang menyusun penataan kawasan simpanglima.

"Saat ini sedang disusun penataan kawasan Simpanglima dengan konsep underground dan konsepnya adalah superblock satu kawasan. Ini juga nantinya LRT akan terhubung. Diawal ini, saya pikir yang kita butuhkan ya dari bandara ke pasar bulu dulu. Nanti kalau perencanaan sudah jadi, baru kita bisa hubungkan dengan simpang lima," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian DP2K Semarang, Prof Sudharto mengatakan, rencana pembangunan LRT Kota Semarang merupakan langkah bagus Pemkot Semarang dalam upaya mengurai kemacetan.

Akan tetapi, Sudharto mengimbau pada Pemkot Semarang untuk dapat belajar dari kota-kota lain dalam melaksanakan pembangunan tersebut. Salah satunya adalah dengan mengambil langkah antisipasi pada problem yang akan muncul pada masa pengerjaan.

"Sosialisasikan. Masyarakat harus tahu bahwa akan ada pembangunan infrastruktur seperti ini, sehingga nanti akan terjadi kemacetan. Itu antisipasi. Seperti di Jakarta dulu awal-awal pembangunan kan muncul macet, dan ini segala pihak harus memperhatikan," jelasnya.

Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) itu menegaskan, Pemkot Semarang harus segera menyelesaikan perencanakan dan menyegerakan proses pembangunan.

Pasalnya, moda transpotasi publik ini merupakan solusi yang tepat untuk masalah kemacetan khususnya di Kota Besar seperti Semarang.

"Mumpung di Semarang belum amcet dan penduduknya masih sekitar 1,7 juta, itu harus segera diantisipasi dan yang penting adalah transportasi publiknya, tidak ada cara lain," pungkasnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya