HARGA TELUR di Solo Menggelinding Turun

Oleh: Bayu Jatmiko Adi 23 Juli 2018 | 08:05 WIB
HARGA TELUR di Solo Menggelinding Turun
Ilustrasi./Antara-M Agung Rajasa

Bisnis.com, SOLO – Pantauan pasar mendapati harga telur di pasaran Solo sudah mulai turun, Minggu (22/7). Di Pasar Legi, harga telur sekitar Rp21.500-Rp22.500/kg. Sementara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Solo masih menggelar kegiatan pasar murah khusus telur di beberapa pasar tradisional.

Diketahui kegiatan pasar murah tersebut telah digelar sejak Jumat (20/7). Lokasi pelaksanaannya adalah di Pasar Legi dan Pasar Gede.

Pedagang di Pasar Legi, Widati, mengatakan pada hari pertama pelaksanaan pasar murah, penjualannya sempat sepi.

"Soalnya di depan [pasar murah] sudah ada, harganya juga lebih rendah. Tapi pada hari kedua sudah biasa saja. Apalagi harga juga sudah turun," kata dia kepada JIBI, Minggu.
Dia mengatakan harga telur di lapaknya pada Minggu sekitar Rp22.500/kg. Harga tersebut sudah berlaku sejak tiga hari terakhir. Pada 16 Juli lalu harga telur masih sekitar Rp25.000/kg. Harga tersebut berangsur turun. "Sekarang Rp22.500/kg sebelumnya sekitar Rp23.000/kg," kata dia.

Pedagang lain, Tutik, juga mengatakan harga telur sudah berangsur turus bahkan sebelum pasar murah dilakukan. Di lapaknya, dia menjual telur sekitar Rp21.500/kg. Terkait kegiatan pasar murah, dia mengaku hal tersebut tidak memengaruhi penjualannya. "Pelanggan juga masih tetap membeli telur di dalam," terang dia.

Pedagang telur di Pasar Gede, Wagiyem, mengatakan penentuan harga jual telur dipengaruhi oleh harga kulak telur. Dia menyebutkan pada Jumat (20/7) harga telur masih sekitar Rp24.000/kg. Harga tersebut muncul karena harga kulak yang mencapai Rp22.000/kg.

"Padahal setiap kali kami mendatangkan, tidak semuanya utuh, ada beberapa yang sampai sini kondisinya pecah," kata dia. Namun harga tersebut sudah terhitung turun dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sedangkan terkait kegiatan pasar murah, dia berharap agar kegiatan tersebut tidak digelar di sekitar pasar, sebab bisa berdampak pada penjualan telur di dalam pasar.

Berdasarkan pantauan JIBI di Pasar Legi, telur ayam ras dijual Rp21.000/kg di stan pasar murah. Salah satu petugas pasar murah di Pasar Legi, Hany Novianti, mengatakan pada hari pertama pelaksanaan pasar murah, terdapat sekitar 500 kg telur yang terjual. Sedangkan hari-hari selanjutnya jumlah telur yang terjual sekitar 300 kg per hari.

Sebelumnya Wakil Ketua TPID Solo, Bandoe Widiarto, mengatakan kegiatan pasar murah tersebut dilakukan dalam rangka menjaga kerterjangkauan harga oleh masyarakat. Melalui langkah tersebut diharapkan masyarakat dan pedagang memiliki referensi atau patokan soal harga telur yang ideal.

"Dengan acuan harga ini diharapkan harga yang selama ini di atas harga eceran tertinggi [HET] diharapkan berangsur turun," kata dia.

Di sisi lain dia juga meminta agar konsumen bijaksana dalam berbelanja, sehingga akan membantu upaya pengendalian harga. Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan No. 27/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Pe.jualan di Konsumen, harga telur harga acuan penjualan di konsumen untuk telur sebesar Rp22.000/kg.

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya