Tumbuhkan Underwriter Jiwa, Peruji Gelar Underwriting Summit di Yogyakarta

Oleh: Gloria N. Dolorosa 03 Agustus 2018 | 14:16 WIB
Tumbuhkan Underwriter Jiwa, Peruji Gelar Underwriting Summit di Yogyakarta
Ketua Perkumpulan Underwriter Jiwa Indonesia (Peruji) Asri Wulan menyerahkan token of appreciation kepada Direktur Pengawasan Asuransi dan BPJS KesehatanPengawas Industri Keuangan Non BankOtoritas Jasa Keuangan, Ahmad Nasrullah pada kegiatan Peruji Underwriting Summit (PUS) 2018 di Yogyakarta, Kamis (2/8/2018)./Istimewa

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Untuk meningkatkan dan mengembangkan mutu profesionalisme underwriter jiwa, Perkumpulan Underwriter Jiwa Indonesia (Peruji) menggelar Underwriting Summit di Yogyakarta.

Acara tersebut berlangsung pada 2-3 Agustus 2018 di Hotel Tentrem, Yogyakarta. Peruji Underwriting Summit (PUS) 2018 yang diikuti oleh para underwriter dari perusahaan asuransi jiwa dan underwriter dari perusahaan reasuransi ini mengangkat tema utama “Underwriting Future in Digital Disruption”. Ini merupakan kali kedua penyelenggaraan PUS setelah sebelumnya diselenggarakan di Bali pada 2017.

Ketua Perkumpulan Underwriter Jiwa Indonesia (Peruji), Asri Wulan, mengatakan semakin pesatnya bisnis di asuransi tidak diiringi dengan peningkatan kualitas maupun kuantitas dari underwriter. Kurangnya lembaga pendidikan dengan spesialisasi underwriting menjadi kendala dalam menghasilkan underwriter profesional.

Di sisi lain, proses digitalisasi menuntut underwriter yang kompeten serta memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat tanpa mengabaikan profesionalismenya.

“Biasanya, seseorang yang baru menjadi underwriter belajar secara otodidak, kecuali bila mereka bekerja di perusahaan asuransi jiwa joint venture yang memiliki fasilitas pendidikan ataupun training khusus untuk para underwriter-nya,” kata Asri, Kamis (2/8/2018).

Direktur Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan–Pengawas Industri Keuangan Non Bank–OJK Ahmad Nasrullah mengatakan dari sisi substansi, proses underwriting merupakan jantung dari perusahaan asuransi. Tema yang diangkat PUS kali ini, menurutnya, menarik karena memang sedang populer mengenai insurance disruption. 

"Harapan kami dengan keberadaan Peruji melalui PUS 2018 ini bisa menambah wawasan terhadap proses underwriting, apalagi di sini banyak pakar-pakar underwriting,” katanya.

Selain pihak Peruji, OJK, dan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), PUS 2018 menghadirkan narasumber pakar underwriter dari dalam dan luar negeri. Salah satunya, Takehiro Watanabe, Chief Medical Officer of The Toa Reinsurance Company, Limited.

Watanabe yang menjadi pembicara pada sesi Phisical Activity & Cardiovaskular Risk Factor menyambut positif penyelenggaraan PUS 2018. Menurutnya, PUS 2018 ini memberi banyak manfaat terutama kebaruan informasi terbaru di dunia underwriting dan asuransi jiwa di era digital.

“Sejak keterlibatan saya di PUS 2017, saya melihat begitu besarnya peran Peruji dalam industri asuransi jiwa di Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah peserta dan pembicara yang tidak hanya dari perusahaan Indonesia namun juga dari luar,” ujarnya.

Bisnis asuransi di tanah air memiliki potensi besar. Jumlah penduduk terbesar di kawasan Asean dengan jumlah kelas menengah mencapai 52 juta penduduk (data Bank Dunia per 2017) serta angka penetrasi asuransi yang masih di bawah 10 persen menjadi faktor pemicunya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, premi industri asuransi jiwa dalam 5 bulan terakhir di tahun ini meningkat pesat. Perolehan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp81,13 triliun hingga Mei 2018, atau naik 31,19% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Editor: Herdiyan

Berita Terkini Lainnya