Dorong Perekonomian Daerah, BI Apresiasi Peran Bank Jateng

Oleh: Lucky Leonard 05 Agustus 2018 | 15:50 WIB
Dorong Perekonomian Daerah, BI Apresiasi Peran Bank Jateng
Bank Jateng/Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG-- Bank Indonesia (BI) mengapresiasi sekaligus berharap Bank Jateng sebagai bank pembangunan daerah (BPD) untuk semakin optimal dalam mengangkat perekonomian Jateng.

Kepala Perwakilan BI Jateng Hamid Ponco Wibobo mengatakan pihaknya bersama Bank Jateng telah melakukan bebagai kerja sama dan sinergi. Dia berharap hal tersebut akan terus berlanjut dan bisa ditingkatkan.

"BPD Jateng tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp42,5 triliun yang 90,36% di antaranya disalurkan di Jawa Tengah, sehingga turut berkontribusi dalam mendukung roda perekonomian Jawa Tengah," tuturnya kepada Bisnis, Jumat (3/8/2018).

Dari sisi pengembangan UMKM, Hamid menyatakan Bank Jateng kerap berberan aktif dalam pengembangan ekonomi lokal daerah yang diinisiasi oleh BI. Adapun salah satu program BI baru-baru ini yang ikut didukung Bank Jateng adalah Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

"Bank Jateng merupakan salah satu bank yang menyukseskan kampane GPN yang sedang diadakan oleh BI dan ditargetkan untuk mengganti kartu nasabahnya dengan kartu GPN secara bertahap," katanya.

Sepanjang semester I/2018, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) mencetak peningkatan kinerja dibandingkan dengan hasil pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan semester I/2018, realisasi penyaluran kredit Bank Jateng telah mencapai Rp41,75 triliun atau naik 11,78% dibandingkan dengan penyaluran kredit pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp37,35 triliun.

Realisasi penyaluran kredit tersebut mendongkrak total aset Bank Jateng dari Rp61,67 triliun pada paruh pertama tahun lalu menjadi Rp65,17 triliun di semester I/2018.

Dari sisi pendapatan operasional selain bunga pun Bank Jateng mencetak kenaikan signifikan. Pada semester I/2018 pendapatan operasional selain bunga tersebut mencapai Rp309,02 triliun atau melonjak 20,55% dari realisasi pada paruh pertama tahun lalu senilai Rp256,34 triliun.

Pemulihan atas cadangan kerugian penurunan nilai dan pendapatan lainnya menjadi penyumbang terbesar, masing-masing Rp109,84 miliar dan Rp144,41 miliar. Sisanya disumbang oleh surat berharga, dividen, serta komisi/provisi/fee dan administrasi.

Berbanding lurus dengan pendapatan tersebut, laba bersih tahun berjalan sepanjang pun tumbuh positif sebesar 12,3% dari Rp644,34 miliar pada semester I/2017 menjadi Rp723,57 miliar.

Sementara itu, terjadi sedikit peningkatan pada rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL). Pada semester I/2018 NPL tercatat sebesar 1,88 gross, meningkat dari periode yang sama tahun lalu dengan 1,61 gross.

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya