Investor Pasar Modal di Solo Mayoritas Berusia 20-38 Tahun

Oleh: Bayu Jatmiko Adi 06 Agustus 2018 | 08:27 WIB
Ilustrasi./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, SOLO – Investasi saham menjadi salah satu pilihan menggandakan kekayaan yang banyak diakses kalangan muda. Modal yang terjangkau plus akses online dinilai menjadi faktor pendukung.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo, Muhammad Wira Adibrata, mengatakan seiring perkembangan zaman, pasar modal saat ini banyak didominasi oleh generasi milenial. Mengingat segala hal saat ini sudah berbasis teknologi. Begitu juga dengan perkembangan pasar modal.

Dia mengatakan saat ini bursa efek telah mengalami beberapa transformasi. Di mana saat ini sudah mengarah pada online trading, di mana bisa diakses secara online melalui gadget.

"Bagi masyarakat yang lahir mulai 1980 saat ini sudah siap berinvestasi, dan hampir semua sudah menggunakan gadget," kata dia saat dihubungi JIBI, Minggu (5/8/2018).

Dia juga mengatakan saat ini berinvestasi saham telah menjadi tren, termasuk di Solo. Di mana sejak tiga tahun terakhir sudah banyak didominasi oleh kalangan muda, yaitu usia 20-38 tahun.

Dia mengatakan selain sudah mulai memasyarakatnya investasi saham, berinvestasi saham juga tidak perlu modal besar. "Hanya dengan Rp50.000-Rp100.000 orang sudah bisa membeli saham, jadi cukup terjangkau bahkan untuk kalangan mahasiswa," kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan jumlah peminat pasar modal selalu meningkat sekitar 22% setiap tahunnya. Penambahan jumlah investor tersebut saat ini juga didominasi kalangan muda.

Di sisi lain dia mengatakan saat ini dia terus menggencarkan program Sekolah Pasar Modal (SPM). Sasaran SPM merupakan masyarakat umum yang berminat untuk terjun di dunia pasar modal. Meski diakuinya untuk saat ini pesertanya juga lebih banyak dari kalangan muda.

"Tapi intinya semua kami kover. Usia di atas 38 tahun pun kami terima untuk bergabung di SPM," kata dia.

Sebelumnya, pembelian saham sebagai salah satu bentuk investasi juga disampikan Reni K. Ashuri, selaku financial planner saat menghadiri acara di Novotel Solo belum lama ini. Menurutnya saham menjadi bentuk investasi yang bisa dijalankan untuk waktu jangka panjang.

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya