Pembangunan Stasiun Bandara Adi Soemarmo Mencapai 67%

Oleh: Farida Trisnaningtyas 07 Agustus 2018 | 13:42 WIB
Warga melihat Kereta Api (KA) Solo Ekspres produksi PT INKA Madiun yang di uji coba saat melintas di Gremet, Manahan, Banjarsari, Solo, Kamis (10/5)./JIBI-Nicolous Irawan

Bisnis.com, SOLO — Proyek stasiun kereta api Bandara Internasional Adi Soemarmo mencapai 67%. PT Angkasa Pura I menargetkan pengerjaan proyek ini bisa rampung pada September mendatang. Hal ini mengingat target operasional kereta api bandara ini harus dibuka pada Februari 2019 mendatang.

General Manager PT Angkasa Pura I, Abdullah Usman, mengatakan perkembangan pembangunan stasiun kereta api Bandara Internasional Adi Soemarmo sudah 67%. Menurutnya, terkait urusan pembebasan lahan juga sudah diselesaikan.

“Perkembangan pembangunan stasiun kereta api bandara sudah 67%. Target kami September sudah rampung. Setelah itu tinggal menunggu rel atau track-nya di bawah tanggung jawab PT Kereta Api Indonesia [KAI],” ujarnya, kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Abdullah menambahkan stasiun di bandara ini dibuat dua lantai. Stasiun kereta bandara ini bakal memiliki kapasitas sekitar 250 orang untuk satu kali berangkat. Pihaknya memperkirakan dalam sehari terdapat tujuh perjalanan kereta pulang pergi.

Di samping itu, Bandara Adi Soemarmo terus mematangkan sejumlah rencana perluasan. Antara lain, perluasan apron 130 meter x 215 meter. Existing apron ini nantinya bisa menampung 15 pesawat narrow body. Selain itu, perpanjangan runway dari 2.600 meter menjadi 3.000 meter dan perluasan terminal penumpang 13.000 meter persegi.

Di sisi lain, AP I mendorong maskapai membuka rute penerbangan baru supaya wisatawan yang masuk ke Kota Solo dan sekitarnya semakin banyak. Salah satu maskapai yang didesak untuk segera membuka rute baru adalah Citilink.

Menurutnya, saat ini Citilink membuka penerbangan Solo – Jakarta (Bandara Soekarno Hatta) dengan frekuensi penerbangan dua kali sehari.

"Saat ini saya masih menunggu Citilink yang akan membuka beberapa rute baru, salah satunya Solo-Pontianak," katanya.

Selain itu, tak dapat dimungkiri sejumlah maskapai mesti mengurangi frekuensi penerbangan ke beberapa rute lantaran low season atau penurunan permintaan dari masyarakat. Antara lain, rute Banjarmasin, Pontianak, dan Lombok, yang dilayani tiga kali dalam sepekan.

Saat ini PT AP I melayani 66 frekuensi penerbangan. Sedangkan untuk jumlah penumpang berangkat setiap harinya sekitar 3.800 penumpang. Jumlah ini memang jauh jika dibandingkan peak season yang mencapai 4.200 penumpang per hari.

 

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya