Progres Pembangunan PLTU Jawa 4 Capai 32%

Oleh: Alif Nazzala Rizqi dan Lucky Leonard 10 Agustus 2018 | 16:23 WIB
Progres Pembangunan PLTU Jawa 4 Capai 32%
Ilustrasi PLTU./Antara-Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, SEMARANG -- Progres pembangunan PLTU Tanjung Jati B unit 5 & 6 atau Jawa 4 berkapasitas 2x1.000 megawatt (MW) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah sudah mencapai 32%.
 
Deputy Project Manager PT Bhumi Jati Power Hadi Suwasono melaporkan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahwa pembangunan PLTU tersebut sesuai jadwal. Sejak memulai pekerjaan pada Maret 2017, pembangunan PLTU yang menggunakan teknologi ultra super critical tersebut sudah mencapai 32%.
 
"Untuk fondasi konkret, sampai pekan lalu kira-kira sudah 74.000 meter kubik kami cor. Mengenai steel structure, kami sudah menaikkan steel structure boiler. Sampai laporan pekan lalu, sudah 1.900 ton kami naikkan," tuturnya, melalui keterangan resmi, Jumat (10/8/2018).
 
Pembangunan PLTU Jawa 4 di lahan seluas 76 hektare (ha) tersebut dilaksanakan secara paralel. Pengerjaannya ditargetkan selesai dalam waktu 50 bulan untuk unit 5 dan 54 bulan untuk unit 6. 
 
Adapun Commercial Operation Date (COD) unit 5 ditargetkan dilakukan pada Mei 2021. Sementara itu, unit 6 bakal beroperasi empat bulan kemudian, yakni September 2021.
 
Untuk tenaga kerja, Hadi melaporkan proyek tersebut menyerap 3.500 tenaga kerja. Dari jumlah itu, 52% merupakan tenaga kerja lokal dari Jepara.
 
Sementara itu, Ganjar berharap pembangunan PLTU Jawa 4 yang merupakan bagian dari mega proyek pembangkit listrik 35.000 MW bisa tetap berjalan sesuai jadwal. Pasalnya, pembangunan tersebut menjadi kontribusi konkret Jateng bagi Indonesia di bidang penyediaan energi.
 
"Ini akan jadi supplier listrik untuk Jawa-Bali dan yang terbesar. Mudah-mudahan berjalan dan menerangi masyarakat Jawa-Bali. Kita kontribusi untuk Indonesia agar lebih bersinar," tuturnya.
 
Adapun sistem ketenagalistrikan Jateng-DI Yogyakarta  (DIY) saat ini memiliki kapasitas total pembangkit mencapai 6.295 MW.

Sebanyak 81,8% atau 5.153 MW berasal dari PLTU, yakni PLTU Tambak Lorok 158 MW, PLTU Rembang 560 MW, PLTU Cilacap 562 MW, PLTU Tanjung Jati 2.643,8 MW, PLTU Adipala 615 MW, dan PLTU Cilacap 614 MW.
 
Sementara itu, sebesar 1.142 MW berasal dari PLTA 287 MW (Jelok, Timo, Ketenger, Garung, Mrica, Wadas Lintang, Kedung Ombo), PLTP Dieng 45 MW, dan PLTGU Tambak Lorok 810 MW.
 
Sebelumnya, PT PLN (Persero) menyatakan akan membangun interchange di Ungaran untuk mengoptimalkan pengaturan penyediaan listrik di Jateng-DIY.
 
Terkait hal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menilai pembangunan interchange memang harus segera direalisasikan.

"Interchange ini dibutuhkan, memang tidak bisa tidak. Artinya, harus ada supaya distribusi listrik untuk Jateng menjadi lebih baik," tegasnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya